
GORONTALO-NN– Rektorat IAIN Sultan Amai Gorontalo langsung bergerak cepat menyikapi meninggalnya salah satu mahasiswa baru Jurusan Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah IAIN Gorontalo, Hasan Saputra Sarjono di kegiatan HMJ, di Bone Bolango, belum lama ini.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dr.Lukman Arsyad, M.Pd, saat diwawancarai newsnesia.id, Rabu 4 September 2023 menjelaskan, pihaknya langsung melakukan langkah-langkah konkrit menyikapi meninggalnya mahasiswa tersebut di lokasi kegiatan HMJ.
“Kita sudah rapat bersama rektor. Beberapa langkah yang kami ambil, diantaranya menghentikan sementara kegiatan mahasiswa di kampus kecuali kegiatan Pramuka dan kegiatan Resimen Mahasiswa,” jelas Dr.Lukman.
Dia mengatakan, rektor telah membentuk tim invesigasi yang dipimpin Dr.Darwin Botutihe, untuk mengungkap fakta kematian mahasiswa tersebut.
“Jika tim investigasi ini menemukan adanya indikasi kekerasna fisik yang dialami mahasiswa yang meninggal tersebut, maka akan diberikan sanksi penonaktifan secara akademik. Pihak rektorat juga memberikan ruang kepada kepolisian untuk mengusut masalah ini,” tambah Dr.Lukman.
Terakhir kata Lukman Arsyad, pihak rektorat juga memutuskan akan memberikan pendidikan gratis bagi keluarga mahasiswa yang meninggal dunia, jika ada yang studi S1 atau S2 di IAIN Sultan Amai Gorontalo sebagai bentuk keprihatinan pihak kampus terhadap keluarga.
Ditanya soal informasi awal yang diterima pihaknya terkait meninggalnya mahasiswa tersebut, Dr.Lukman Arsyad menjelaskan, infromasi awal yang diterima, yang bersangkutan mengalami sakit pada malam hari itu. Panitia melalui seksi kesehatan sudah langsung menangani bahkan sudah akan di kembalikan. Namun menurut infromasi yang diperoleh, yang bersangkutan tidak ingin kembali, tetap mengupayakan ikut kegiatan tersebut agar tidak terlewati.(NN)




















