
NEWSNESIA.ID – Komisi I DPRD Gorontalo Utara mendukung penuh rencana pembangunan lapangan olahraga di Desa Bulontio Timur Kecamatan Sumalata.
Hal itu sebagaimana disampaikan langsung Sekretaris Komisi I, Hendra Nurdin, usai rapat dengan Kepala Desa Bulontio Timur dan sejumlah OPD terkait diruang kerja Komisi I, Senin (16/6/2025).
Hendra, mengatakan Desa Bulontio Timur itu merupakan pusat Kecamatan dan seharusnya fasilitas-fasilitas umum itu didorong oleh pemerintah daerah.
Jika memang dalam upaya mengadakan lapangan tersebut ada masalah-masalah, maka kewajiban semua pihak kata Hendra, untuk memikirkan bagaimana tidak ada ada masalah dikemudian hari.
“Jika misalnya dalam upaya mengadakan lapangan itu ada problem-problem, maka sudah menjadi kewajiban semua pihak memikirkan itu untuk bagaimana tidak ada masalah, Itu sikap komisi I, Kita mendukung penuh,” kata Hendra.
Lanjut Hendra, pihaknya akan menyurati pemerintah daerah sebagai eksekutor untuk dapat mengambil langkah-langkah dengan mengundang pihak-pihak yang berkompeten untuk memutuskan terkait pembangunan lapangan desa Bulontio Timur itu.
“Kami akan mengeluarkan semacam rekomendasi ke pemerintah Daerah, agar kiranya pemda sebagai eksekutor dapat mengambil langkah-langkah mengundang para pihak yang berkompeten dalam rangka memutuskan soal lapangan Bulontio Timur itu supaya ini tidak ada masalah dikemudian hari,” kata Hendra.
Sementara itu, Kepala Desa Bulontio Timur, Nurdin Loanga, mengatakan Desa Bulontio Timur itu merupakan Desa yang sudah lama berdiri, Desa Penyokong Ibu Kota Kecamatan namun hingga saat ini belum memiliki lapangan.
“Sampai saat ini belum memiliki lapangan, sehingga aspirasi itu muncul dari bawah, Saya diminta untuk memikirkan lapangan,” ungkap Nurdin.
Olehnya kata Nurdin, di Desa terdapat tanah negara eks HGU dan lahan itu berpeluang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan lapangan dimaksud.
Lahan atau tanah itu kata Nurdin, yang didorong ke DPRD untuk dicarikan solusi terbaik bagaimana lahan tersebut bisa dimanfaatkan tanpa ada masalah dikemudian hari.
“Eks HGU sendiri sudah memberikan lampu hijau, tanaman yang ada sudah bisa dipikirkan, jadi tinggal daerah, karena ini tanah negara paling tidak saya butuh kekuatan atau dukungan daerah,” jelasnya.
Lanjut Nurdin juga, dari masyarakat yang saat ini sudah mengelola lahan tersebut tidak keberatan dan memberikan respon positif terhadap rencana pengalihan lahan tersebut selama itu untuk kepentingan masyarakat umum.
Kendati demikian warga kata Nurdin, berharap jika memang lahan tersebut akan dialihkan menjadi lapangan agar mereka tidak dilihat atau dipandang sebelah mata.
“Kalau memang ini lahan akan dialihkan menjadi lapangan, jangan dilihat sebelah mata, minimal ada Minimal ada win-win solution,” imbuh Nurdin. (Prin)























