
NEWSNESIA.ID, Gorontalo —<span;>BLK Provinsi Gorontalo Tutup Pelatihan Berbasis Kompetensi, Peserta Terima Sertifikat dan Modal Usaha
NEWSNESIA.ID, Gorontalo – Dinas Tenaga Kerja, ESDM, dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo melalui UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Gorontalo bekerja sama dengan Baznas Provinsi Gorontalo resmi menutup Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK), Selasa (21/10/2025).
Dalam laporannya, Edwing Hulopi menjelaskan bahwa pelatihan meliputi tiga kejuruan, yakni Pemasangan Listrik Sederhana, Make Up Artis dan Pembuatan Kue dan Roti. Selain menerima sertifikat pelatihan, para peserta juga mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) hasil kerja sama dengan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Gorontalo. Tidak hanya itu, Baznas Provinsi Gorontalo turut memberikan bantuan bahan dan peralatan usaha senilai Rp12,5 juta hingga Rp15 juta per peserta.
Sebelumnya, Kadis Naker ESDM dan Transmigrasi Wardoyo Pongoliu menyebut jika program pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintahan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah.
Yang mana ditegaskan oleh Gubernur bahwa pelatihan tenaga kerja menjadi strategi penting untuk menciptakan tenaga kerja yang siap bersaing di dunia usaha dan dunia industri. Yang diharapkan kedepan akan tersedia wirausaha – wirausaha baru produktif, inovatif dan berdaya saing yang nantinya akan berkontribusi pada peningkatan ekonomi daerah
“Menjadi wirausahawan sukses tidak hanya bermodal keterampilan, tetapi juga kemampuan berinteraksi serta menjaga etika dalam berkomunikasi dengan pelanggan,” ucapnya sembari berpesan agar seluruh peserta dapat menerapkan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh dengan penuh tanggung jawab dan semangat kewirausahaan.
Sementara itu, Ketua Baznas Provinsi Gorontalo, Hamka Arbie, berharap para peserta mampu memanfaatkan keterampilan dan bantuan modal yang diberikan secara optimal.
“Kami berharap keterampilan dan modal usaha ini menjadi bekal untuk kemandirian ekonomi. Suatu saat, para peserta yang kini menjadi mustahik bisa menjadi muzaki atau pemberi zakat,” ujarnya.
























