
newsnesia.id – Gebrakan baru datang dari dunia karate! FORKI Gorontalo resmi menggulirkan konsep Kejurda dengan sistem liga berkelanjutan sebagai strategi pembinaan jangka panjang.
Panitia pelaksana, Iki, menegaskan kejuaraan ini tidak digelar sekali selesai, melainkan berlangsung berjenjang dan saling terhubung antar seri.
“Kejurda ini tidak satu kali selesai, tapi berjenjang dan saling terhubung di setiap liga,” jelasnya, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, program ini menjadi bagian penting pembinaan atlet agar memiliki target jangka panjang sekaligus bahan evaluasi berkelanjutan. Setiap seri liga akan menghadirkan sistem perengkingan poin, sehingga performa atlet bisa terukur dari waktu ke waktu.
Jadi Ajang Seleksi & Bank Data Atlet
Tak hanya kompetisi, Kejurda juga berfungsi sebagai pintu seleksi. Seluruh peserta (baik juara maupun non-juara) akan masuk dalam database atlet. Dari data inilah tim talent scouting FORKI akan menjaring nama-nama potensial untuk masuk pemusatan latihan (TC) menuju kejuaraan nasional.
Empat Target Besar Sistem Liga
Kabid Binpres Pengprov FORKI Gorontalo, Ricky Dama, membeberkan empat manfaat utama yang dibidik dari format liga ini:
1️⃣ FORKI memiliki database atlet lengkap mulai usia dini hingga senior.
2️⃣ Atlet dan pelatih mendapatkan event rutin sebagai bahan evaluasi.
3️⃣ Persaingan sehat tercipta karena poin tiap liga akan diakumulasi hingga akhir tahun.
4️⃣ Jam terbang perangkat pertandingan—wasit, juri, dan panitia—semakin matang untuk kesiapan menggelar event besar seperti kejurnas.
Atmosfer Kompetitif Sepanjang Tahun
Dengan format liga, atmosfer kompetitif dipastikan terasa sepanjang musim. Atlet tak lagi menunggu satu kejuaraan besar, tetapi terus terpacu memperbaiki performa di setiap seri. Langkah ini jadi sinyal kuat bahwa karate Gorontalo sedang membangun ekosistem prestasi yang lebih modern—terukur, kompetitif, dan berkelanjutan. (Ns)



















