
POHUWATO-NN- Penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) Tani dan Nelayan yang ke VXII di Kabupaten Gorontalo rupanya menjadi harapan besar bagi para petani di Kabupaten Pohuwato. Mereka rela meninggalkan pekerjaan demi menyampaikan persoalan terkait areal persawahan yang sudah tidak bisa digunakan lagi akibat sedimentasi.
Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Abdul Rahman Lukum. Ia menjelaskan, mereka datang ke PENAS agar, aspirasi para petani yang kehilangan mata pencaharian bisa didengar oleh pemerintah pusat.
Dirinya mengaku, kurang lebih 100 petani sudah kehilangan lahan sawah. Itu katanya akibat sedimen lumpur yang masuk ke areal persawahan. Parahnya lagi, para petani di dua wilayah, Kecamatan Duhiadaa, dan Buntulia, ada yang dua sampai tiga tahun sudah tidak bertani lagi.
Bahkan kata dia, ada petani yang bangun lebih awal bukan untuk pergi ke sawah, mereka justru berburu kelapa yang jatuh. Sementara para istri bantu memisahkan daging kelapa dari batoknya untuk dijadikan kopra.
“Ada yang sudah tiga tahun, ada yang dua tahun sudah tidak bertani akibat hasil panen tidak sesuai harapan. Yang ada hanya hutang yang menumpuk. Kami tidak menyalahkan penambang dan perusahaan. Cuma bagaimana dampak yang ditimbulkan tidak sampai ke kami para petani sawah. Kami minta solusi dari pemerintah,” ujarnya, Sabtu (20/06/2026).
“Alhamdulillah sejauh ini belum ada masyarakat yang melapor atau keberatan karena buah kelapa mereka yang jatuh sering di ambil orang lain. Kalau begitu, tentu akan menimbulkan masalah baru lagi,” tukasnya
Senada, petani lain, Zulkifli Liputo juga menyampaikan hal serupa. Khusus di Kecamatan Buntulia, Ia mengaku sudah dua tahun tidak lagi menanam padi sawah.
Dirinya menuturkan, sempat berpindah dari petani sawah ke petani hortikultura seperti menanam cabai, namun lagi-lagi berakhir dengan gagal, banyak yang tumbuh tidak maksimal sampai mati layu.
“Saya ini sudah coba beberapa tanaman. Saya sudah mengalihfungsikan lahan. Lahan yang tadinya biasa ditanam dengan padi sawah, kini saya sudah tanam dengan tanaman holti, namun hasilnya pun nihil,” curhatnya.Red

















