
POHUWATO–NN– Di balik deru mesin alat berat yang membelah keheningan pagi, ada sebuah cerita tentang kepedulian yang tulus. YR Tim, sebuah organisasi yang bergerak di bidang kepedulian lingkungan dan sosial, kembali turun tangan melakukan pengerukan sedimen di Bendungan Taluduyunu.
Kegiatan ini bukan sekadar pekerjaan teknis biasa — melainkan sebuah gerakan hati untuk menjaga urat nadi kehidupan petani dan warga di sekitar aliran sungai.
Pendangkalan sungai yang terjadi di wilayah Taluduyunu telah berlangsung cukup lama. Akumulasi sedimen dari aktivitas pertambangan dan tumpukan sampah menyebabkan aliran air terganggu, debit air mengecil, dan ancaman banjir semakin nyata ketika musim hujan tiba.
Kondisi ini tidak hanya mengancam lahan pertanian, tetapi juga keselamatan warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai.
Menyadari kondisi tersebut, YR Tim mengambil langkah konkret dengan menyiagakan dua unit alat berat untuk melakukan pengerukan secara menyeluruh.
Gerakan ini dilakukan bukan atas dorongan proyek semata, melainkan lahir dari rasa tanggung jawab moral terhadap lingkungan dan masyarakat yang telah lama menanggung dampak dari pendangkalan bendungan.
Ketua YR Tim, Jufrin, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan cerminan dari komitmen organisasinya yang tidak pernah padam.
“Ini bukan hanya soal pengerukan sungai, tetapi ini bentuk komitmen YR Tim atas menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat. Kami ingin masyarakat, khususnya para petani, bisa merasakan manfaat nyata dari keberadaan kami,” ujar Jufrin dengan penuh keyakinan.
Jufrin juga menjelaskan bahwa, normalisasi sungai ini bertujuan untuk memperlancar aliran air, terutama saat musim hujan, sehingga dapat meminimalisir risiko banjir yang kerap melanda beberapa titik rawan di kawasan tersebut.
Ia berharap program ini dapat menjadi gerakan yang menular kepada pihak-pihak lain — baik swasta maupun pemerintah — untuk turut ambil bagian dalam menjaga ekosistem sungai.
Salah seorang petani yang lahannya berada tidak jauh dari bendungan mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya yang mendalam. Menurutnya, kegiatan YR Tim bukan sekadar pengerukan, melainkan sebuah angin segar yang sudah lama dinantikan warga. Ia berharap kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi agenda rutin yang tidak terhenti di tengah jalan.
Ke depan, program normalisasi ini direncanakan akan terus dilakukan secara berkala demi menjaga keberlanjutan fungsi sungai sebagai sumber kehidupan masyarakat.
Dengan pulihnya aliran Bendungan Taluduyunu, harapan para petani untuk mendapatkan pengairan yang cukup bagi lahan mereka kini kembali menyala. YR Tim membuktikan bahwa kepedulian sejati tidak hanya lahir dari kata-kata, tetapi dari tindakan nyata di lapangan.Rls




















