
Newsnesia.id – Konflik tambang yang berlokasi di Batu Gergaji, Suwawa, Bone Bolango kian meresahkan dan mengkhawatirkan bagi masyarakat setempat.
Berangkat dari keresahan tersebut Aliansi Masyarakat Penambang dan Mahasiswa Menuntut Keadilan menggelar unjuk rasa, mendesak para aparat penegak hukum (APH) khususnya Kepolisian agar bertindak tegas kepada pihak-pihak yang berkonflik.
Fahricard Dewa Yustitio Diko dalam orasinya dengan tegas meminta agar Polres Bone Bolango tidak melakukan pembiaran atas konflik tersebut.
“Pasalnya jika ini dibiarkan dan makin meluas maka berpotensi akan memakan banyak korban akibat pertikaian sesama Penambang,” tegas Dewa dalam orasinya.
Ia juga menyampaikan dengan tegas agar setiap oknum kepolisian yang terindikasi terlibat dalam konflik dan coba memperkeruh suasana atau memecah belah penambang agar ditindak dengan tegas.
“Janganlah Konflik tambang ini selalu rakyat penambang yang dijadikan tumbal, terlebih jika yang ini dilakukan oleh oknum penegak hukum itu sendiri yang mau mengadu domba penambang demi kepentingan tertentu,” ujar Dewa.
Tak lupa Dewa menekankan APH agar jika ada pihak dalam konflik selalu memperkeruh keadaan agar ditindak tegas.
“Seperti mereka yang merusak police line di lokasi itu jelas melanggar hukum dan melecehkan hukum tolong ini jangan dibiarkan karena tindakan seperti inilah yang kerap memicu konflik semakin meruncing,” tegasnya.
Secara umum Dewa menyadari penuh bahwa konflik tambang di Suwawa, Bone Bolango memang masih berada di meja sengketa yang seolah tak berujung. Namun satu hal, Dewa berharap masyarakat penambang tidak dijadikan tumbal dan korban.
“Karena pada dasarnya hajat hidup masyarakat berada disana,” tandasnya.

















