
NEWSNESIA.ID, Gorontalo – Berawal dari perkebunan masyarakat transmigran di Desa Cempaka Putih, Gorontalo Utara, kini kopi Liberika mulai menapaki pasar internasional.
Komoditas yang ditanam sejak 2017 itu membuka jalan baru menuju Jepang melalui kerja sama dengan perusahaan asal Tokyo.
Kopi Liberika Cempaka Putih ditanam masyarakat pada ketinggian 650 hingga 850 meter di atas permukaan laut.
Selama bertahun-tahun, kopi tersebut dikembangkan secara bertahap hingga kualitasnya mampu menarik perhatian pasar di luar negeri.
Perjalanan menuju pasar ekspor mulai mendapat penguatan sejak 2023, ketika Dellacious Coffee bekerja sama dengan petani untuk mengembangkan Liberika Cempaka Putih secara lebih serius. Perbaikan dilakukan mulai dari tata kelola kebun, standar perawatan tanaman hingga proses pascapanen.
Kualitas kopi kemudian terus meningkat. Dalam kurasi nasional 2025 yang digelar DEIH Bank Indonesia Pusat bersama 5758 Coffee Lab, Liberika Cempaka Putih mencatat cupping score 81,5 dan berhasil masuk lima besar nasional kategori Liberika.
Pencapaian tersebut menjadi modal penting bagi kopi Liberika Cempaka Putih untuk memperluas pasar. Dalam gelaran KKI Nasional 2026, kopi asal kawasan transmigrasi Gorontalo Utara itu mulai membuka akses pasar internasional melalui kerja sama dengan Jepang.
Ya, Kopi Liberika Cempaka Putih dari Tolinggula, Gorontalo Utara, melalui Dellacious Coffee, memperoleh business matching ekspor dengan Three United asal Shibuya, Tokyo, Jepang, senilai USD5.680. Kesepakatan tersebut menjadi langkah awal bagi produk lokal Gorontalo untuk membangun kepercayaan pasar internasional.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo, Bambang Satya Permana, mengatakan masuknya Liberika Cempaka Putih ke pasar Jepang merupakan langkah awal yang membuka peluang lebih besar bagi komoditas kopi lokal Gorontalo.
“Kopi Liberika dari Desa Cempaka Putih, Gorontalo Utara ke Jepang ini baru inisiasi awal. Tapi komitmen untuk terus membeli kopi lokal Gorontalo ke Jepang akan terus terbuka ke depannya,” ujar Bambang Satya Permana di Harfest 2026 yang digelar di GPCC 11-13 September 2026.
Menurutnya, terbukanya akses pasar Jepang menjadi peluang bagi petani dan pelaku usaha kopi Gorontalo untuk meningkatkan produksi sekaligus menjaga konsistensi kualitas.
Langkah tersebut juga menunjukkan bahwa produk dari kawasan transmigrasi tidak hanya memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat setempat, tetapi berpeluang menjadi komoditas unggulan yang mampu bersaing di pasar global.
Liberika Cempaka Putih selanjutnya dipersiapkan untuk berpartisipasi dalam SCA Japan 2026 pada 14–16 Oktober 2026 di Tokyo. Keikutsertaan tersebut diharapkan semakin memperkenalkan karakter kopi Liberika Gorontalo kepada pasar internasional.(“)


















