
Terkait dengan kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Gorontalo Utara (Gorut), kini banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Parahnya lagi, keluhan itu muncul saat digelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa.
Informasi yang berhasil dihimpun, keluhan yang muncul yakni ketika hendak berobat, BPJS Kesehatan tak aktif. Padahal, mereka telah tercover dalam jaminan kesehatan tersebut. Ini bahkan menjadi keluhan setiap ketika digelar Musrenbang Desa.
“Hampir semua desa, mengeluhkan soal BPJS Kesehatan bahwa kepesertaan mereka tidak aktif, padahal mereka telah tercover,” ungkap Wakil Ketua DPRD Gorontalo Utara, Hamzah Sidik.
Lebih lanjut dikatakan oleh Hamzah Sidik, bahwa untuk BPJS tersebut, kurang lebih 65 ribu warga Gorontalo Utara yang tercover. Artinya untuk masyarakat kurang mampu yang ada di Gorontalo Utara, semuanya telah tercover dalam kepesertaan BPJS Kesehatan.“
“Kami sudah pernah mengundang BPJS Kesehatan terkait dengan persoalan tersebut. Tetapi memang masalahnya selalu saja sama. Ini tidak aktif, itu tidak aktif. Kedepan akan mengundang Dinas Sosial guna meminta data nama peserta BPJS Kesehatan yang sudah tak taktif,” kata Hamzah Sidik.


















