
NEWSNESIA.ID, Gorontalo — Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, mendukung penyelenggaraan lomba cerdas cermat Bahasa Gorontalo yang digagas Universitas Terbuka (UT) Gorontalo. Kegiatan ini dinilai menjadi salah satu upaya menjaga bahasa daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Dukungan tersebut disampaikan Idah saat menerima audiensi Universitas Terbuka di Warteg Maharani, Sabtu (31/10/2026).
Dalam audiensi itu, pihak UT menyampaikan rencana pelaksanaan lomba cerdas cermat Bahasa Gorontalo pada 20–22 November 2026, dengan sasaran peserta pelajar tingkat SMA sederajat se-Provinsi Gorontalo.
Idah menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba bahasa daerah seperti ini masih jarang dilaksanakan sehingga perlu mendapatkan dukungan dari pemerintah, sekolah, dan masyarakat.
Ia berharap seluruh SMA sederajat di Gorontalo dapat berpartisipasi dengan mengirimkan perwakilan siswa untuk mengikuti kompetisi tersebut.
Menurut Idah, pelestarian bahasa daerah tidak cukup hanya dilakukan melalui perlombaan atau kegiatan seremonial. Hal yang lebih penting adalah membiasakan generasi muda menggunakan Bahasa Gorontalo dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menyoroti semakin berkurangnya kebiasaan anak-anak Gorontalo menggunakan bahasa daerah dalam pergaulan. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama agar Bahasa Gorontalo tidak kehilangan penuturnya.
Idah membandingkan kondisi tersebut dengan masyarakat Jawa dan Sunda yang masih terbiasa menggunakan bahasa ibu ketika berkomunikasi, baik dengan keluarga maupun teman sebaya.
“Jangan sampai Bahasa Gorontalo ini hilang atau punah dimakan zaman. Anak-anak harus dibiasakan untuk mempraktikkannya, bukan hanya mengenal bahasa daerah, tetapi juga menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Idah.
Ia menegaskan dukungannya agar kegiatan yang digagas UT tersebut dapat berjalan sukses dan mendapat partisipasi luas dari kalangan pelajar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kembali minat generasi muda untuk mempelajari dan menggunakan Bahasa Gorontalo. Sebab, menjaga bahasa daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga keluarga, lembaga pendidikan, dan seluruh masyarakat.
Dengan demikian, Bahasa Gorontalo tetap menjadi bagian dari identitas budaya daerah yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang.(JM)
















