
NEWSNESIA.ID (BOALEMO) – Di tengah hiruk-pikuk dan polemik melanda Kabupaten Boalemo ikut memunculkan keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan. Mulai dari kalangan masyarakat bawah hingga tokoh pemerhati daerah, dan juga para elit politisi.
Ketua DPRD Boalemo, Karyawan Eka Putra Noho sendiri turut angkat bicara soal kondisi daerah yang belakangan ribut. Padahal, dari setiap persoalan yang timbul, idealnya dikomunikasikan dengan baik tanpa saling menjatuhkan, apalagi mendiskriminasi. Justru alangkah baiknya saling mendorong solusi yang baik atas dasar kecintaan dan peduli terhadap daerah.
“Boalemo ini bukan daerah penghasil pendapatan yang besar. Dari segi anggaran masih sangat minim. Semua pihak pun tentu ingin daerah ini maju. Sehingga, tak perlu ada riak-riak yang meresahkan publik. Mari kita saling bergandengan tangan, memberi solusi yang tepat demi arah kemajuan yang pesat,” ajak Karyawan Eka Putra Noho dengan ungkapan prihatinnya.
Ia prihatin, dari hiruk pikuk belakangan ini justru menimbulkan dampak negatif bagi daerah. Bahkan, paling utama yang merasakan adalah masyarakat di tingkat bawah. Padahal, mereka tak menginginkan itu terjadi.
Demikian pula segi pelayanan pemerintahan. Otomatis memberi rasa khawatir dan ketakutan para aparatur daerah atau ASN. Sebab, mereka selalu dihantui rasa was-was ketika menempuh inovasi atau pun mengambil kebijakan. Sementara, tujuan dari kebijakan itu untuk kepentingan pelayanan dan kemaslahatan publik.
Berangkat dari kondisi itu, Eka Putra sangat berharap dan mengajak semua elemen saling menahan diri. Sebaliknya, bersama bergandengan tangan merajut pembangunan Boalemo ke arah lebih baik.
Ia pun mengaku pemerintah daerah, entah itu eksekutif maupun legislatif sangat terbuka menerima saran maupun masukan dari pihak manapun. Bahkan, ke 2 lembaga ini selalu welcome untuk membuka diskusi ataupun komunikasi yang konstruktif demi perbaikan dan kemajuan daerah.
Dengan begitu, kondisi daerah ini makin adem dan membuat investor terpanggil untuk menanamkan usahanya di Boalemo.
Kalau investasi berdatangan, otomatis peluang lapangan pekerjaan akan terbuka luas. Sehingga, dampaknya bisa dirasakan masyarakat dengan pendapatan keluarga membaik. Begitu pula kalangan pelaku usaha kecil dan pelaku usaha mikro (UMKM) turut merasakannya, karena daya beli semakin tinggi.
“Bagaimana pun daerah ini milik kita bersama. Siapa pun pemimpinnya rela dikritik, karena itu untuk kebaikan dan kemajuan daerah ini. Jadi, mari kita akhiri polemik dengan menonjolkan solusi yang baik, demi mengejar ketertinggalan. Kalaupun ada persoalan timbul, mari kita komunikasikan dengan baik tanpa saling menghakimi,” ajak Eka Putra.
Dari dulu, kata Eka, masyarakat Boalemo dikenal amat kental dengan budaya gotong royong, dan saling membantu antar sesama. Tanpa pandang perbedaan ras, suku, agama maupun budaya. Bahkan sejauh ini masyarakatnya selalu hidup rukun, sehingga Boalemo dijuluki sebagai daerah yang teguh dalam menjaga toleransi dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.
“Nah, melalui semangat kebersamaan ditengah perbedaan inilah, saya mengajak kita semua mari saling menyatukan pemikiran yang sama, demi merajut pembangunan Boalemo yang maju pesat untuk anak cucu kita di masa mendatang,” tandas Karyawan Eka Putra Noho.(nn)





















