
NEWSNESIA.ID GORUT – Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo terpilih untuk mengikuti Festival Tong Tong Fair yang akan digelar di Malieveld, Den Haag, Belanda, pada September 2022 mendatang.
Festival Tong Tong Fair sebelumnya dikenal sebagai Pasar Malam Besar. Festival ini adalah yang terbesar di dunia untuk menampilkan budaya Indonesia di Eropa.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Gorontalo Utara, Aryati Polapa, meminta agar Dinas Pendidikan setempat dapat menciptakan peluang ekonomi yang besar dari keikutsertaan daerah dalam festival yang dilaksanakan setiap tahunnya.
“Harus dipersiapkan dengan maksimal segala sesuatu yang akan dibawa dan diperkenalkan di Belanda. Baik itu dari sisi seni budaya, dalam hal ini tari-tarian maupun produk lokal UMKM yang juga akan diikutsertakan nantinya,” kata Aryati, Jumat (10/6/2022).
Sehingga nantinya ketika festival tersebut dimulai, apa yang diperkenalkan memberikan kesan mendalam. Nantinya jika terwujud, maka keterlibatan dari hasil yang ditampilkan akan berdampak bagi daerah.
“Di sisi lain, keikutsertaan dalam Tong Tong Fair tersebut merupakan tanggung jawab besar, karena Gorontalo Utara merupakan representasi dari negara. Kemudian juga representasi dari Provinsi Gorontalo,” tegas Aryati.
Ia bersama DPRD sangat berharap ada hal yang positif yang diperoleh dari negeri Kincir Angin tersebut, baik bagi daerah dan para pelaku UMKM yang ada. Sehingga ia meminta agar produk lokal yang akan ditampilkan nanti dapat memenuhi standar kualitas dan sebagainya.
“Agar ketika produk ini disajikan memiliki kesan tersendiri. Tak hanya itu saja, ada peluang pasar tentunya yang diharapkan,” kata Ariaty.
Dengan begitu, kata dia, akan tercipta peluang pasar di tingkat internasional untuk produk UMKM yang ada di daerah. Sehingga hal itu menggairahkan para pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk.
“Karena ketika produk UMKM ada, namun tidak ada peluang pasarnya, tentu nilai ekonominya tidak ada. Sehingga inilah yang diharapkan nanti dari Tong Tong Fair di Belanda yang merupakan salah satu festival tertua di dunia,” pungkas Ariaty. (Rol)






















