
Newsnesia.id — UPTD SMK Negeri Campalagian menggelar apel pagi rutin yang dirangkaikan dengan edukasi lingkungan hidup di lapangan upacara sekolah, Selasa 11 Agustus 2026.
Apel yang digelar pada pukul 07.15 pagi Wita itu terasa lebih istimewa karena dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Polewali Mandar, Syarifuddin, S.H., M.Si. sekaligus bentindak sebagai pembina apel pagi.
Dalam arahannya di hadapan para murid, guru, dan staf, Kadis Syarifuddin menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan bertanggung jawab sejak dari lingkungan sekolah.
Ia mengingatkan bahwa persoalan sampah memerlukan pola pikir baru serta kesadaran nyata dari seluruh warga sekolah.
“Sampah bukan sekadar masalah, melainkan dapat menjadi sumber manfaat jika dikelola dengan tepat,” ujar Syarifuddin saat memberikan arahan.
Kehadiran Kadis DLHK Polman dalam kegiatan ini diperantarai oleh Wakasek Humas UPTD SMKN Campalagian, Yusri Tawwal, S.E., dan Ketua Jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), Arman Suardi, S.Pd.
Selain itu turut hadir juga mendampingi kegiatan tersebut Kepala UPTD SMK Negeri Campalagian, Rasjuddin, S.Pd.I., M.Si., Wakasek Kurikulum, Yuyun Maryati,S,Kom. beserta jajaran dewan guru dan staf tata usaha.
Kepala Sekolah Bapak Rasjuddin,S.Pd.I.M.Si menyampaikan Kehadiran langsung DLHK memberikan motivasi dan wawasan baru bagi para siswa, guru, serta staf mengenai pentingnya memandang sampah bukan lagi sebagai beban, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai manfaat jika dikelola dengan benar.
Terpisah Wakasek Humas Yusri Tawwal menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas edukasi dan perhatian yang diberikan oleh pihak DLHK Polman.
Kehadiran Kadis LHK dinilai memberikan motivasi tambahan bagi warga sekolah untuk makin peduli terhadap kebersihan lingkungan Ujarnya.
Selama ini, penanganan sampah di UPTD SMK Negeri Campalagian telah berjalan secara rutin.
Setiap hari setelah jam pulang sekolah, petugas penjaga sekolah bertugas mengumpulkan dan memilah sampah menjadi dua kategori utama, yakni sampah organik dan non-organik.
Melalui edukasi ini, pihak sekolah berharap proses pemilahan sampah ke depan dapat dimulai langsung dari kesadaran para siswa di dalam kelas masing-masing.


















