
newsnesia.id – Peraturan Pencak Silat Nasional (PPSN) terus mengalami perubahan penyempurnaan dengan melibatkan berbagai unsur praktisi pencak silat yang berkompeten di bidangnya. Dan juga evaluasi hasil penyelenggaraan pertandingan dilihat dari berbagai sudut penting sesuai kaidah persilatan yang kini sudah mendunia.
Perubahan ini belum sepenuhnya dipahami para pelatih, wasit maupun officialnya termasuk atlet masih awam alias belum benar-benar memahami betul aturan pertandingan yang akan diterapkannya tersebut.
Salah dalam menerapkan teknik akan berakibat fatal terhadap si pengguna teknik atau pun lawannya. Sekaligus bakal berdampak besar terhadap perolehan poinnya sehingga sudah dipastikan berpengaruh pada hasil petandingannya. Agar hal itu tidak terjadi, maka pelatih, official dan atlet harus benar-benar memahami dulu aturan PPSN 2025.
Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (Pengprov IPSI) Gorontalo langsung bergerak cepat dengan menghadirkan Ketua Lembaga Wasit Juri PB IPSI untuk datang langsung mensosialisasikan aturan baru tersebut selama dua hari kedepan dimulai Rabu 12- Kamis 13 November 2025 di Aula KGTK Provinsi Gorontalo.
Tujuan sosialisasi PPSN 2025 adalah memberikan informasi jelas tentang peraturan Pencak Silat terbaru, membantu memahami alasan dan tujuan di balik setiap aturan.
Di samping itu, meningkatkan kesadaran akan pentingnya mematuhi aturan dalam setiap pertandingan, menciptakan pertandingan yang lebih aman, adil dan menjunjung tinggi sportivitas, mengumpulkan masukan dari berbagai pihak untuk penyempurnaan peraturan Pencak Silat di masa depan.
Ketua Panitia Pelaksana yang juga sekertaris Pengprov IPSI Gorontalo, Eky Aristanto Punu mengatakan, Pencak Silat adalah warisan budaya yang kaya nilai luhur sehingga sebagai olahraga bela diri dan prestasi, terus beradaptasi dengan peraturan yang baru untuk menjaga keselamatan dan sportivitas dalam setiap pertandingan. Menyadari hal itu, IPSI selaku organisasi utama Pencak Silat di Indonesia, selalu memperbarui aturannya.
“Penting sekali bagi semua pelaku Pencak Silat untuk memahami dan menerapkan aturan baru ini dengan benar,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Pengprov IPSI Gorontalo, Halid Tangahu usai membuka sosialisasi aturan baru pencak silat mengatakan, sosialisasi ini sangat penting bukan hanya bagi pelatih dan wasit juri, tapi juga lebih kepada bagaimana meminimalisir terjadinya pelanggaran atau cedera bagi atlet yang bertanding.
“Aturan lama pencak silat sudah diperbaharui lagi, mengingat pada aturan lama sudah banyak terjadi berbagai insiden kecelakaan dalam bertanding. Sehingga PB IPSI melakukan perubahan terhadap aturan lama yang lebih aman dan meminimalisir terjadinya cedera bagi atlet,” ungkapnya.
“Kami juga berharap semua peserta dapat mengikuti kegiatan sosialisasi ini dengan serius agar kemudian dapat disampaikan kepada atlet dengan tanpa ada kurang sedikitpun,” tambahnya. (Ns)


















