
NEWSNESIA.ID, Gorontalo – Karut marut persoalan tambang di Provinsi Gorontalo, Gubernur Gusnar Ismail menyampaikan 3 hal penting yang menjadi hasil rapat bersama unsur Forkopimda dan pihak terkait yang dilaksanakan pada Jum’at (16/5/2025).
Gubernur Gorontalo menyebut jika 3 poin penting itu diharap bisa menjadi jalan keluar dalam mengatasi persoalan tambang yang terjadi di Kabupaten Bone Bolango dan Pohuwato.
“Jadi, tadi kita melaksanakan rapat bersama Forkopimda dan juga pihak terkait. Dari rapat itu menghasilkan 3 hal penting bagi persoalan tambang di Bone Bolango dan Pohuwato,” sebut Gusnar Ismail saat konfrensi pers, Jum’at (16/5/2025).
Pertama kata Gusnar, Forkopimda bersama Bupati Bone Bolango meminta kepada PT. Gorontalo Mineral untuk memberikan toleransi kepada masyarakat penambang untuk melakukan aktivitas pertambangan di lokasi tambang yang saat ini dikelola oleh masyarakat.
“Dari permintaan toleransi itu, pihak Direksi PT. Gorontalo Mineral sebagai pemegang kontrak karya masih akan membicarakan hal ini dengan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian ESDM sebagai 2 pihak yang bersepakat. Kita akan tunggu hasilnya. Itu yang ke dua,” sebut Gusnar.
Khusus yang ke tiga, soal pemberian tali asih oleh PT. Pani Gold. Gusnar mengatakan, sesuai dengan laporan yang dipaparkan oleh PT. Pani Gold, pemberian tali asih ini progresnya masih tersisa kurang lebih 266 orang. Akan tetapi, setelah diteliti lebih lanjut <span;>ada kurang lebih 120 orang lagi yang aktif dan akan menerima semacam tali asih.
“PT. Pani Gold mengklaim sudah berulang kali mengundang masyarakat penambang yang 120 orang itu, tapi belum ada titik temu. Menurut Pani Gold itu sudah selesai tetapi tadi Forkopimda Provinsi dan Wakil Bupati Pohuwato meminta agar supaya dilakukan kembali pembicaraan silaturahim untuk menyelesaikan masalah tali asih itu,” sebut Gusnar.
Dirinya pun berharap ke tiga poin penting ini menjadi solusi terbaik dalam menyelesaikan polemik tambang yang ada di Kabupaten Bone Bolango dan Pohuwato.
“Mudah-mudahan ini akan menemukan titik temu jalan keluar yang terbaik bagi pengelolaan pertambangan di Gorontalo. Dan pastinya solusi ini oleh Forkopimda harus berkeadilan. Berkeadilan untuk rakyat, berkeadilan untuk investasi dan juga berkeadilan untuk pemerintah,<span;>” pungkas Gusnar.
Hadir pada konferensi pers tersebut Kepala Dinas Tenaga Kerja, ESDM dan Transmigrasi Wardoyo Pongoliu, Kepala Badan Kesbangpol Imran Bali, Kadis LHK Fayzal Lamakaraka, serta Tim Komunikasi Gubernur Supriyatno Radjak dan Noval Abdussamad.(JM/NN)





















