
NEWSNESIA.ID, JAYAPURA– Kontak tembak antara Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan personil gabungan TNI-Polri di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, menewaskan satu anggota KKB, yang mengklaim dirinya sebagai Komandan Operasi KKB Ngalum-Kupel pimpinan Lamek Taplo, Senin (13/9/2021).
Insiden bakutembak itu terjadi saat Tim Gabungan TNI-Polri melakukan penyisiran di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang. Saat melakukan penyisiran, personel gabungan mendapatkan tembakan dari KKB Ngalum-Kupel pimpinan Lamek Taplo, sehingga personil membalas tembakan dan terjadi kontak tembak.
“Dari kontak tembak tersebut, personel gabungan berhasil melumpuhkan 1 (satu) anggota KKB meninggal dunia dan 2 (dua) anggota KKB terluka,” jelas Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Drs Ahmad Musthofa Kamal, SH.HP, dalam rilies resmi yang diterima newsnesia.id.
Diketahui untuk anggota KKB yang meninggal dunia kata Musthofa, anggota KKB tersebut mengklaim dirinya sebagai Komandan Operasi KKB Ngalum-Kupel pimpinan Lamek Taplo.
“Satu anggota KKB yang meninggal dunia dibawa oleh KKB tersebut. Hingga saat ini KKB Ngalum-Kupel pimpinan Lamek Taplo masih berada di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang,” ungkap Kombes Pol. Drs Ahmad Musthofa Kamal, SH. HP.
Saat ini kata Musthofa Kamal, Personel Gabungan TNI-Polri yang masih berada di Distrik Kiwirok masih melakukan pengejaran dan pengamanan untuk mengantisipasi gangguan Kamtibmas oleh KKB.
“Hingga saat ini di Distrik Kiwirok situasi masih dalam keadaan kondusif. Kontak tembak dan pasca kejadian pembakaran fasilitas publik berupa Kantor Distrik, Puskesmas, bank, dan rmah warga. Pelayanan Publik di Distrik Kiwirok dan Distrik Okhika saat ini berdampak pasca aksi pembakaran yang dilakukan KKB,” jelasnya.
Kabupaten Pegunungan Bintang terdiri dari 34 Distrik dengan total luas wilayah 15.863 Km persegi memiliki enam pos Polisi, diantaranya tiga Polsek dan tiga Polsubsektor, tentu pelayanan belum maksimal yang rasakan oleh warga di Kabupaten Pegunungan Bintang.
Dalam beberapa waktu terakhir, kata Musthofa, KKB Ngalum-Kupel pimpinan Lamek Taplo beberapa kali melakukan aksi kekerasan dibeberapa Distrik terjauh di Kabupaten Pegunungan Bintang.
Dalam beberapa hari terakhir KKB melakukan aksi kekerasan di 2 (dua) Distrik yakni pada hari Senin tanggal 13 September 2021 KKB melakukan pembakaran dan kekerasan di Distrik Kiwirok dan pada hari Selasa, KKB kembali melakukan pembakaran di Distrik Okhika.(NN)




















