
NewsNesia.id – Pembahasan peta politik makin tajam pasca salah satu kandidat Calon Gubernur Gorontalo dari Partai Golkar, Idah Syahidah RH menerima map kuning dari Sekjen DPP Golkar, Lodewijk Freidrich Paulus, Senin 22 Juli 2024 kemarin.
Bagaimana tidak, disebut-sebut bahwa map kuning yang diterima Idah adalah surat sakti alias surat rekomendasi DPP Golkar untuk pencalonan dirinya sebagai satu-satunya Calon Gubernur untuk Pilkada 2024 dari Partai berlambang beringin tersebut.
Namun desas-desus terkait isi map kuning tersebut telah diketahui dari pernyataan langsung oleh Ketua DPD I Golkar Provinsi Gorontalo, Rusli Habibie kepada kandidat calon Gubernur Golkar lainnya.
“Surat tersebut bukanlah surat rekomendasi melainkan surat perintah untuk mencari pasangan,” ucap Rusli ke Tonny Uloli melalui sebuah percakapan telepon yang disampaikan TU.
Tonny juga menjelaskan bahwa banyaknya pemberitaan yang beredar terkait Idah telah mendapatkan rekomendasi sama sekali tidak mempengaruhi langkah-langkanya untuk terus berjuang sesuai mekanisme partai yang telah disepakati.
“Sejauh ini saya taat pada mekanisme Partai dan memang yang saya tahu surat rekomendasi itu akan keluar pada Agustus menunggu hasil survey kedua, karena memang demikianlah mekanismenya,” tutur Tonny.
Namun Tonny Uloli menegaskan bahwa hebohnya pemberitaan terkait surat rekomendasi yang telah didapat Idah tak membuat hubungannya dengan Idah maupun Rusli Habibie jadi dingin.
“Kami baik-baik saja, saya hanya menegaskan bahwa saya InsyaAllah selalu siap bertarung secara sehat dan gentle sesuai mekanisme yang ada tanpa menggunakan intrik-intrik yang tidak sehat,” pungkas Tonny.
Disisi lain melalui pernyataannya disalah satu media pagi ini, Rusli Habibie justru menyatakan dirinya legowo jika pada akhirnya rekomendasi Golkar akan jatuh ke tangan kandidat lain.
Namun sampai berita ini terbit, Tim 5 (penjaringan Pilkada 2024 Partai Golkar) kabarnya masih mempersiapkan konferensi pers untuk mengeluarkan pernyataan resmi.























