Oleh: Syahril Mointi (Penulis, Staf Pemda Gorontalo Utara)
KARENA Integritas adalah kualitas yang harus di lakukan oleh seorang pejabat pemerintah. Dunia membutuhkan para pemimpin yang berpengaruh.
Untuk mampu memiliki pengaruh, setiap pemimpin harus memiliki Integritas. Mengapa Integritas begitu amat penting sebab Integritas memberikan Kuasa kepada kata-kata kita, memberikan kekuatan bagi rencana-rencan akita dan memberikan daya (force) bagi tindakkan kita.
Integritas berasal dari kata latin “Integrated“ artinya “komplit“, utuh dan sempurna. Yang berarti tidak ada cacat. Pemimpin yang Berintegritas: adalah pemimpin yang tanpa kedok. Pemimpin yang berintegritas bertindak sesuai dengan ucapan, sama didepan dan dibelakang umum, konsisten antara apa yang diimani dan kelakukannya, antara sikap dan tindakkan, antara nilai hidup yang dianut dengan hidup yang dijalankan. Pemimpin yang berintegritas adalah pemimpin yang matang, tanpa kompromi, menolak pengakuan untuk dirinya sendiri.
Didalam menjalankan hidup serta pelayanannya, pemimpin yang matang dan berintegritas fokus untuk mencapai tujuan yang mulia. Seorang Pemimpin yang memiliki Integritas adalah yang memiliki integritas dalam etika dan moral.
Integritas dalam keberadaan benar dihadapan Tuhan dan benar dengan dirisendiri, Integritas dalam berpikir, integritas dalam berkomunikasi.
Kunci mengembangkan Integritas: Perhatikan hal-hal kecil, Katakan “TIDAK“ kepada godaan jabatan dan jangan bedakan kehidupan di depan umum.
Integritas berbading lurus dengan profesionalisme. Dan profesionalitas itu sendiri adalah integritas yang teruji, Abdi Negara yang professional adalah Abdi Negara yang memiliki integritas yang teruji, tidak suka menggunakan aji mumpung memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, apalagi kesempatan dalam tanda petik yang selalu bermakna negative.
Tidak mudah memang. Ada kesempatan untuk korupsi, kita menjadi bimbang. Sisi baik pada hati kita mengatakan jangan, tetapi sisi buruknya mengatakan tunggu apalagi. Mumpung ada kesempatan, sebab kalau tidak akan banyak orang lain menggunakan kesempatan tersebut.
Korupsi itu manis diawal-awalnya tetapi akan menjadi pahit bahkan sangat pahit di ujung-ujungnya.
Profesional artinya jika kita bisa menahan diri melakukan penyimpangan seperti itu meskipun kesempatan itu sangat terbuka lebar. Abdi Negara yang professional tidak akan berani menggunakan kesempatan itu, apalagi mencuri-curi kesempatan. Integritas yang teruji merupakan modal utama bagi kita untuk menjadi pelayanan masyarakat yang benar-benar berjiwa melayani.
Di masa ini, karakter yang demikian bisa dikatakan satu berbanding seribu, inilah biang kerok kenapa ketika pemerintah kurang professional karena betapa susahnya mencari aparat pemerintah yang benar-benar punya integritas yang teruji. Yang banyak adalah aparat pemerintah yang suka mencuri-curi kesempatan. Kesempatan sudah ditutup rapat-rapat tetapi dasar mentalnya rendah, ada saja celah-celah untuk melakukan penyimpangan.
Hal ini bisa terjadi lantaran semua orang suka bermain kong kalikong, atasan dengan bawahan sama-sama melakukan penyimpangan. Mengapa Pemimpin Harus Merasa Aman, Rasa aman sangat penting bagi seorang pemimpin untuk menjalankan kekuasaan dan otoritasnya. Bila seorang pemimpin merasa tidak aman, ia akan membuat orang-orang di sekitarnya menderita yang pada akhirnya, ia akan membuat dirinya sendiri serta pekerjaannya turut menderita, dan gagal sebagai seorang pemimpin.
Sementara pemimpin yang memiliki rasa aman mampu berfokus dalam kepemimpinannya. Karena tujuannya jelas untuk mencapai visi dan misi bersama. Rasa akan memberinya keberanian mengambil tindakan walau tidak popular sekalipun. Integritas dalam hal kemurnian adalah satu tantangan yang sangat besar bagi para pemimpin. Keberhasilan sering kali member kesempatan bagi para pemimpin untuk jatuh kedalam pencobaan.
Pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang memiliki integritas dalam masalah uang. Banyak pemimpin-pemimpin yang sangat handal jatuh karena melanggar integritas mereka dalam masalah uang.
“Peringatan kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu, seperti kekayaan, melainkan pada ALLAH SWT yang dalam kekayaannya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. Peringatan agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan berbagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya,“
Betapa berdosanya jika kita tidak mau berubah untuk menjadi lebih baik, lebih professional dalam bekerja sehingga gaji yang kita makan benar-benar menjadi rejeki yang halal dan barokah bagi keluarga kita semua. Kalau ada kesempatan untuk menjadi aparat pemerintah yang baik, kenapa tidak kita gunakan dengan semaksimal mungkin?WALLLAHU A’LAM BI SAWAB.(*)