
Newsnesia.id – Pemda Gorontalo Utara, menerima kunjungan kerja Penjabat Gubernur (Penjagub) Gorontalo, Ismail Pakaya, Senin (15/1/2024).
Kunjungan tersebut disambut langsung Penjabat Bupati (Penjabup) Gorontalo Utara, Sila Nurainsyah Botutihe, didampingi Sekda Gorontalo Utara, Suleman Lakoro, beserta seluruh Pimpinan OPD se Kabupaten Gorontalo Utara.
Sila, mengatakan kunjungan itu merupakan kegiatan road show Penjagub Gorontalo di seluruh Kabupaten dan Kota Se Provinsi Gorontalo dalam rangka evaluasi program kegiatan APBD/APBN Tahun Anggaran 2023 dan Pemaparan Program Kegiatan APBD/APBN Tahun Anggaran 2024.
“Hari ini terjadwal tanggal 15 untuk Gorontalo Utara, Alhamdulillah semua terlaksana dengan lancar,” ungkap Sila.
Seluruh tim kerja kata Sila, baik Pimpinan OPD termasuk institusi-institusi vertikal yang ada di Provinsi Gorontalo, juga dihadirkan langsung oleh Penjagub Gorontalo.
Penjagub lanjut Sila, dalam kegiatan itu menyampaikan seluruh alokasi yang diperuntukkan untuk Gorontalo Utara, baik di tahun 2023 dan capaiannya serta kegiatan yang akan dilaksanakan di tahun 2024.
“Beliau menyampaikan semua alokasi yang peruntukan untuk Gorontalo Utara baik 2023 dan capaiannya dan yang akan dilaksanakan di 2024,” terang Sila.
Tak hanya itu, Penjagub Ismail Pakaya, juga kata Sila, mengarahkan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk mensinergikan semua kegiatan.
Itu dilakukan, untuk mencegah terjadinya tumpang tindih program kegiatan antara kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Pemda Kabupaten/Kota dan Pemerintah Provinsi.
“Kami diarahkan oleh beliau untuk mensinergikan semua kegiatan, agar tidak ada yang tumpang tindih antara kabupaten Gorontalo Utara dan yang dilaksanakan oleh Provinsi,” imbuh Sila.
Pada kesempatan yang sama, Penjabup Sila, juga menyampaikan program kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan di tahun 2024 masih tetap memperhatikan kemiskinan ekstrem, inflasi, termasuk program-program mandatorys seperti Kesehatan, Pendidikan dan Insfrastruktur.
“Kita tetap masih memperhatikan kemiskinan, kemiskinan ekstrem, kemudian inflasi dan juga tetap ada program-program mandatory, seperti kesehatan, pendidikan dan infrastruktur itu masih menjadi perhatian,” kata Sila. (Prin/NN)




















