
NEWSNESIA.ID, POHUWATO – Pemerintah Kabupaten Pohuwato teken Memorandum of Understanding dengan PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Persero. Kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam rangka peningkatan pendapatan asli daerah.
Penandatanganan kerja sama yang berlangsung di Kantor Wilayah (Kanwil) BRI Manado, Sulawesi Utara itu dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Iskandar Datau, dengan Vice President Regional BRI Manado, Ali Musuron, Jum’at (15/07/2022).
Dalam sambutannya, Sekda Iskandar Datau menyampaikan bahwa, Pemerintah Kabupaten Pohuwato telah membentuk Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah pada tahun 2021 sebagai bentuk tindaklanjut Kepres Nomor 3 Tahun 2021 dan Permendagri Nomor 56 Tahun 2021 menyangkut pembentukan Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Apalagi kata Iskandar, penerapan digitalisasi dalam transaksi keuangan daerah terbukti berdampak positif pada peningkatan penerimaan asli daerah sekaligus pengelolaan keuangan daerah. Sehingga itu menjadi modal penting bagi pemda dalam melakukan penguatan digital di Kabupaten Pohuwato.
“Hubungan kerjasama ini diawali dan diprakarsai oleh Bapak Steven R. Yantu yang pada saat itu datang berkunjung ke kantor cabang BRI di Pohuwato dan menyempatkan diri bersilaturahmi ke pemerintah daerah, dimana beliau menawarkan beberapa produk dari PT. Bank Rakyat Indonesia yang sekiranya bisa membantu Pemda dalam hal peningkatan PAD,” ungkap Sekda.
“Saya menilai PT. Bank Rakyat Indonesia memiliki teknologi informasi untuk memberikan layanan dan produk yang cepat, murah dan kompetitif dan juga memberikan kemudahan serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan jasa keuangan dalam rangka digitalisasi penerimaan daerah,” tambahnya.
Terakhir, Sekda Iskandar berharap penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama tersebut dapat menjadi momentum penanda bagi Pemerintah Kabupaten Pohuwato dan PT. Bank Rakyat Indonesia untuk berinovasi satu tingkat lebih baik dalam upaya peningkatan penerimaan asli daerah di Kabupaten Pohuwato.
“Saya harap dokumen perjanjian kerja sama dapat terformulasikan secara tepat pada tahun ini, sehingga rencana kerjasama dapat ditindak lanjuti, serta segera di launching sebagai metode digitalisasi penerimaan daerah yang aman, efektif dan efisien di Kabupaten Pohuwato”, tutup Iskandar.(adv/MUS)




















