
NN, GORONTALO– Rilis Badan Pusat Statistik Tanggal 05 Agustus 2026 sangat menggembirakan karena menguatkan asumsi bahwa kebijakan di bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di Provinsi Gorontalo on the track atau sudah berada pada koridor yang seharusnya.
Lihat saja bagaimana pertumbuhan ekonomi Triwulan II 2026 ini, stabil berada diangka 6,20 persen ditunjang dengan kondisi inflasi maret 2026 dalam posisi stabil diangka 2,11%.
Ekonomi Gorontalo yang awalnya masih sangat bergantung pada investasi pemerintah mulai mengalami pergeseran keseimbangan pada peran swasta dan masyarakat.
Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Wahyudin Katili saat dimintai tanggapannya menjelaskan bahwa pemerintah mulai berada pada peran yang lebih tepat sebagai regulator, peran menstimulasi, memfasilitasi dan mengarahkan.
“Arah Kebijakan Gubernur Gusnar Ismail dan Wagub Idah Syahidah saat ini sangat terasa ditengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota saat ini. Pemerintah dituntut untuk sangat selektif dalam pengalokasian program yang harus memiliki daya ungkit dan tepat sasaran serta memperhitungkan komponen dukungan berbagai pihak yang harus dapat distimulasi dan digerakkan”. Jelasnya.
Lebih lanjut, Wahyudin membeberkan pada dasarnya pasti kita semua merasakan tantangan luar biasa dalam pengganggaran pembangunan saat ini.
Masyarakat dan pemangku kepentingan juga tentu ada yang merasakan tidak lagi masuk dalam daftar prioritas serta berkurangnya beberapa aspek yang selama ini sering distimulasi.(rls/NN)
“Secara sadar kondisi ini memaksa kita untuk tetap fokus, mandiri dan kreatif, dan kita juga pantas untuk selalu bersukur”.



















