
NEWSNESIA.ID GORUT – Program pembangunan yang bersumber dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Kabupaten Gorontalo Utara, hingga saat ini masih dalam proses tender dan belum ada realisasi fisik dari program tersebut. Padahal, proyek PEN itu akan memasuki bulan keenam beberapa hari lagi.
Melihat fakta itu, Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kabupaten Gorontalo Utara, Lukman Botutihe, pun ragu pekerjaan tersebut bakal selesai tepat waktu.
“Jalan dan jembatan ini kalau dimulai pada bulan enam atau enam itu hampir bisa dipastikan pekerjaannya tidak selesai,” kata Lukman saat dihubungi, Jumat (27/5/2022).
Belum lagi, kata Lukman, adanya evaluasi terhadap pemenang tender oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang tidak diketahui memakan waktu berapa lama.
Ia mengungkapkan, dana sebesar RP193 miliar hari ini baru tersedia Rp40 miliar lebih untuk PEN yang harus direalisasikan, agar dapat mencairkan dana untuk tahap lanjutan. Namun, sampai saat ini belum ada tanda-tanda realisasi.
Apalagi, menurut Lukman, program pembangunan yang di wilayah barat Gorut ini cukup sulit, karena menghadapi cuaca dan medan yang kurang bagus.
“Ini pengalaman yang saya sampaikan, bahwa keterlambatan pekerjaan di wilayah barat ini kan begitu. Sehingga ini saya juga kurang yakin anggaran Rp193 miliar ini bisa maksimal dikerjakan tahun ini,” tutup Lukman.























