
NEWSNESIA.ID (BOALEMO) – Masa reses sidang ke 2 tahun 2025 oleh jajaran wakil rakyat DPRD Kabupaten Boalemo banyak memunculkan beragam aspirasi. Itu berkaitan erat dengan kondisi dihadapi kalangan masyarakat bawah.
Seperti halnya reses yang digelar Anggota DPRD Boalemo asal Daerah Pemilihan (Dapil) Paguyaman dan Paguyaman Pantai, Arman Naway di Desa Tenilo, Rabu (26/02/2025).
Sepanjang jarring aspirasi rakyat itu, Arman berdialog bersama elemen masyarakat soal keluhan layanan kesehatan, terutama pelayan pihak BPJS Kesehatan.
Diakui Wakil Ketua Komisi III DPRD tersebut dari penuturan banyak masyarakat sangat menyayangkan pelayanan atas ketersediaan jaminan obat-obatan di rumah sakit yang dijamin dalam pembiayaan oleh BPJS kesehatan.
“Rata-rata masyarakat mengeluh soal pelayanan obat yang tidak tersedia di rumah sakit. Akibatnya, mereka para pasien terpaksa lari ke apotik di luar rumah sakit. Ini otomatis membuat warga atau pasien harus mengeluarkan dana dan biaya transportasi tidak sedikit. Sehingga, muncul pertanyaan apa sebenarnya manfaat dari layanan BPJS itu sendiri,” ketus Arman Naway.
Menyikapi persoalan ini, Arman mengaku akan membawa ke forum lintas komisi di DPRD Boalemo guna mendapatkan perhatian serius. Begitu pula pihak BPJS Kesehatan dan pihak teknis terkait lainnya.
Selain itu lanjut Arman mengatakan, terdapat keluhan urgen dihadapi masyarakat umumnya Desa Tenilo dan wilayah lain di Kecamatan Paguyaman. Di mana, masyarakat resah adanya operasi lalu lintas yang hampir setiap hari. Sementara, operasi ini tak pernah menyediakan layanan fasilitas untuk pengurusan Surat Ijin Mengemudi (SIM) di lokasi operasi.
Dari keluhan ini, para warga pun menilai kalau operasi lalu lintas dimaksud tidak bisa menekan aspek kepatuhan terhadap hukum. Pasalnya, masyarakat hanya bisa pasrah mendapat tilang karena tak punya SIM. Sementara di lokasi tidak ada solusi pelayanan penerbitan SIM baik manual maupun online.
“Kalau perlu ditempat tersebut (operasi lalu lintas,red) ada fasilitas pengurusan SIM agar masyarakat bisa langsung mendapatkan syarat prosedur berlalu lintas, dan kalau perku digilir di tiap wilayah kecamatan agar warga lain mendapatkan pelayanan SIM dengan mudah dan cepat,” tuturnya.
Meski begitu, ia mengaku keluhan masyarakat umumnya di Desa Tenilo ini akan disampaikan dan dibahas bersama Komisi I DPRD Boalemo yang membidangi hukum bersama mitra terkait. Tujuannya agar masyarakat bisa mendapatkan solusi penanganan dari persoalan yang ada sesuai prosedur dan aturan berlaku.(nn)





















