
Newsnesia.id – Entah apa yang dipikirkan dua orang ini; Roman Vardas, seorang Polandia dan Gantcho Ganev dari Bulgaria. Dua montir mobil ini ditangkap pihak yang berwajib pada 16 Mei 1978, tepat hari ini 44 tahun lalu, setelah mencuri jasad maestro dunia perfilman Sir Charles Spencer Chaplin alias Charlie Chaplin.
Charlie Chaplin meninggal dunia pada 25 Desember 1977 akibat stroke. Kemudian dikuburkan pada sebuah pemakaman Corsier-sur-Vevey, Swiss. Namun sekitar tiga bulan kemudian, yaitu 1 Maret 1978, kuburannya dibongkar dan jasadnya hilang dicuri.
Tak lama setelah kejadian itu, seseorang menelepon pihak keluarga dan meminta uang tebusan sebesar USD 600.000 untuk jasad sang maestro. Namun ditolak mentah-mentah.
Terhitung dalam rentang waktu dua bulan, si pencuri sudah menelepon sebanyak 27 kali dan memaksa pihak keluarga untuk membayar tebusan.
Dari panggilan telepon itulah polisi akhirnya mengetahui lokasi Roman Vardas dan berhasil ditangkap saat sedang berada di bilik telepon umum. Waktu itu, Roman sedang menelepon untuk mengingatkan tanggal jatuh tempo uang tebusan. Menyusul temannya Gantcho Ganev juga berhasil diringkus.
Setelah diinterogasi polisi, ternyata jasad Charlie Chaplin mereka kuburkan di sebuah ladang jagung, sekitar 1 mil dari rumah keluarganya di Corsier, Swiss.
Sang istri, Oona O’Neill Chaplin, ketika ditanya wartawan mengapa tidak menembus jasad mendiang suaminya? Jawabannya kira-kira begini: “Itu adalah sebuah kekonyolan. Ia (Charlie Chaplin) pun akan berpikir demikian jika saja bisa hidup kembali sejenak,”
Kini makam Charlie Chaplin telah dikelilingi beton untuk mencegah peristiwa serupa terulang kembali.(alx)
sumber: https://lwlies.com/articles/charlie-chaplin-body-stolen-1978/
https://www.history.com/.amp/this-day-in-history/grave-robbers-steal-charlie-chaplins-body























