
NEWSNESIA.ID, Gorontalo — Dinas Tenaga Kerja, ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo resmi menutup program Pemagangan Dalam Negeri 2025, yang berlangsung di Aula Inspektorat, Senin (17/11/2025).
Program yang menjadi salah satu strategi penguatan kompetensi tenaga kerja ini dinilai berhasil memberikan pengalaman kerja nyata bagi para peserta sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan industri.
Pada tahun 2025 ini, program ini mencatat jumlah pendaftar sebanyak 987 orang, sementara kuota yang tersedia berjumlah 100 peserta. Akan tetapi, dari total 100 peserta yang mengikuti pembukaan, tercatat 63 orang berhasil direkrut atau diperpanjang masa kerjanya oleh perusahaan tempat mereka magang.
Pemerintah menyebut capaian ini sebagai indikator bahwa peserta mampu menunjukkan kompetensi dan etika kerja yang dibutuhkan industri.
“Yang 63 ini membuktikan bahwa mereka mengikuti program dengan tekad kuat, bukan hanya mengaplikasikan skill, tetapi juga menunjukkan kesungguhan untuk berkolaborasi dengan perusahaan. Ini yang membuat mereka dipertimbangkan untuk direkrut,” ujar Kepala Disnaker, ESDM dan Transmigrasi Gorontalo Wardoyo Pongoliu.
Sementara itu, 37 peserta lain diharapkan tidak kehilangan motivasi. Dirinya menilai bahwa ketidakberhasilan bukan akhir dari segalanya, melainkan kesempatan untuk mempersiapkan diri menuju peluang yang lebih baik.
“Kadang, perusahaan yang lebih sesuai justru menunggu di tempat lain. Yang penting jangan berhenti meningkatkan kapabilitas dan keterampilan,” tambahnya.
Wardoyo pun menyampaikan apresiasinya kepada seluruh perusahaan mitra yang telah memberikan kesempatan, bimbingan, dan pengalaman berharga kepada para peserta.
Sinergi ini disebut sebagai bentuk nyata komitmen bersama dalam menyiapkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan industri dan mampu bersaing di pasar kerja.
Kepada para peserta, pemerintah menyampaikan selamat dan mendorong mereka untuk terus mengembangkan diri.
“Jadikan pengalaman ini sebagai modal berharga untuk memasuki dunia kerja sesungguhnya. Terus tingkatkan potensi, integritas, dan keterampilan agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa,” ujarnya.
Pihaknya juga berharap hubungan baik dengan dunia usaha dapat terus berlanjut, sehingga program pemagangan semakin berkembang dan memberi manfaat yang lebih luas pada tahun-tahun mendatang.
Wardoyo juga turut mengapresiasi peran BPJS Ketenagakerjaan yang sejak awal memberi perlindungan penuh bagi seluruh peserta magang. Tidak satu pun peserta mengalami kecelakaan selama program berlangsung. Masyarakat diingatkan agar tetap menjadi peserta jaminan sosial secara mandiri dengan iuran Rp16.800 per bulan.
“Risiko bisa terjadi kapan saja. Jaminan ketenagakerjaan melindungi 24 jam, dan ini penting terutama bagi yang bekerja di sektor nonformal,” pungkas Wardoyo.





















