
Newsnesia.id – 9 Kepala Desa yang tergabung dalam Aliansi Pemerintah Desa dan Masyarakat di Kecamatan Suwawa Timur menggelar aksi demo di halaman kantor Camat, Senin (13/12/2021).
Mereka menuntut agar dampak persoalan batu hitam yang hingga saat ini berpolemik dapat segera diselesaikan.
Orator aksi Eric Steven mengatakan, dalam aksi ini ada sedikitnya 7 poin yang menjadi pokok tuntutan aspirasi para kepala desa yang berdampak pada masyarakat di Suwawa Timur.
Diantaranya yakni banyaknya anak-anak putus sekolah yang lebih memilih menjadi ojek dari pada bersekolah.
Selain itu stabilitas keamanan di Suwawa timur menjadi terganggu dengan adanya aktivitas pertambangan batu hitam.
Ditambah lagi, para kepala desa mengaku tidak ada koordinasi para pengusaha lokal maupun nasional dengan pemerintah desa. Padahal menurut mereka dampak lingkungan imbas dari eksplorasi pertambangan ini turut berdampak pada pemerintah desa setempat.
“Nah, jika ada dampak lingkungan tentu pihak yang disalahkan adalah pihak pemerintah desa. Sementara, pengusaha ini tidak meminta ijin kepada kami,” ujar Eric Steven didampingi koordinator aksi Seprin Suleman.
Dirinya juga menyentil pembangunan akses jembatan itu sudah sesuai mestinya. Sebab, jembatan tersebut merupakan akses satu-satunya yang dilalui untuk mengangkut hasil tambang.
“Kalau kontribusinya pembangunan jembatan, itu wajar. Karena lalu lalang muatan untuk hasil tambang itu intens. Makanya jembatan yang hanya terbuat dari kayu itu rusak,” ujarnya.
Aksi ini pun diterima oleh pemerintah kecamatan untuk melakukan mediasi bersama 9 pemerintah desa. Dan meminta para kepala desa ini untuk merumuskan poin-poin yang menjadi tuntutan yang dituangkan dalam dokumen tertulis.
“Tuntutan ini kita terima, dan kami minta melalui asosiasi kepala desa (APDESI) itu berdiskusi terlebih dahulu apa yang menjadi tuntutan dan dibuatkan dalam dokumen. Dan kita akan laporkan ke Bupati untuk dibahas ke tingkat yang lebih tinggi,” imbuh Marten Hunawa selaku Camat Suwawa Timur.(Idham)




















