Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Opini

Waspadai Paham Radikalisme: Polri Menghimbau Umat Islam Tetap Tenang Dalam Menjalankan Ibadah Puasa

by NN Indonesia
16 April 2021
in Opini
Reading Time: 3 mins read
Dr.H.Abdul Wahid,MA

Oleh: Dr. H. Abdul Wahid, MA-(Muballigh & Akademisi Makassar)

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan, mengajak umat Islam untuk beribadah dengan tetap tenang namun pada saat yang sama tetap berupaya menghindari paham radikal; dan terus waspada terhadap sekecil apa pun potensi yang akan merusak kamtibmas yang selama ini sudah terjalin di tengah masyarakat Makassar, Sulawesi Selatan dan daerah lainnya di Indonesia.

Seruan dari Polri ini memiliki arti mendalam dan penting bagi masyarakat khususnya umat Islam, karena ini mengisyaratkan bahwa Polri sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah akan selalu hadir saat masyarakat membutuhkannya dan tidak akan tinggal diam serta terus proaktif dalam memantau, mengawasi dan menindak tegas sesuai ketentuan Undang-Undang siapa pun orang (kelompok) yang akan mencoba mengganggu tatanan kehidupan masyarakat yang selama ini sudah aman dan damai.

Secara jujur kita akui bahwa persoalan yang tengah dihadapi bangsa Indonesia saat ini sangat kompleks bagaikan gurita yang menjalar kemana-mana sehingga seakan tidak ada habisnya, hal ini sejalan dengan pepatah lama, “sudah jatuh tertimpa tangga”, artinya belum selesai satu persoalan malah muncul persoalan lain.

Diantara persoalan bangsa saat ini yang mulai menghiasi banyak media adalah isu radikalisme dan terorisme khususnya pasca peristiwa bom bunuh diri di depan gereja Katederal Makassar akhir Maret lalu. Dari rentetan peristiwa tersebut kemudian ada sejumlah orang yang diduga bagian dari jaringan teroris dan terkait bom Makassar sehingga aparat melakukan penangkapan bahkan ada sejumlah orang terduga teroris terpaksa aparat melumpuhkannya hingga menembak mati karena yang bersangkutan melakukan perlawanan saat akan diamankan pihak keamanan.

Di sejumlah literatur disebutkan awal mula dari adanya istilah “radikal” di dunia sangat identik dengan masalah politik. Diantara literatur yang mengungkap akan hal ini adalah tulisan A. Maftuh Abegebriel dkk., yang berjudul, “Negara Tuhan: The Tematic Encyclopedia”

Dalam tulisan itu disebutkan, keberadaan kelompok radikal yang “mengatasnamakan agama” khususnya Islam, paling tidak bermula dari pemahaman terhadap teks-teks agama secara sempit, artinya sebuah pemahaman yang mengabaikan aspek historis dan sosiologis sebagaimana mestinya sehingga kemudian membuat resistensi terhadap substansi ajaran Islam sebagai agama rahmatan lil’alamin.

Pemahaman yang sempit dalam memahami ajaran agama kemudian berujung pada sikap radikal yang diterjemahkan dalam bentuk teror dan bom bunuh diri, karena para pelaku tersebut diduga telah di doktrin dan dicuci otaknya oleh oknum tertentu yang menggunakan dalil-dalil agama sebagai pembenaran.

Hal ini sangat disayangkan sebagai bangsa; apalagi Indonesia selama ini dikenal sebagai negara yang aman dan masyarakatnya sangat toleran antar umat beragama, diikat oleh semangat kebhinekaan dan Pancasila sebagai role model dalam setiap kehidupan masyarakat. Kondisi ini terjadi tidak terlepas dari warisan para ulama penyebar Islam ke Nusantara pada masa silam, dimana mereka lebih mengedepankan pendekatan kultural dan moral dibandingkan kekerasan, sehingga Islam secara perlahan bisa diterima sebagai bagian dari agama yang bisa hidup di Nusantara hingga saat ini.

Dalam konteks itulah, maka model Islam yang moderat, toleran dan cinta damai di republik ini harus dikembalikan dan dirawat, demi terwujudnya kehidupan bangsa yang harmoni. Dari sini diketahui dengan jelas bahwa keberadaan kelompok radikal yang membawa “nama Islam” sangat bertolak belakang dengan esensi ajaran Islam sebagai agama yang cinta damai khususnya yang ada di Nusantara.

Oleh karena itu, minimal ada dua langkah yang dapat dilakukan oleh umat Islam agar terhindar dari doktrin paham radikal yang selama ini telah “mencoreng citra Islam” diantaranya:

Pertama: Umat Islam harus berupaya memahami agama secara komprehensif, totalitas yang dalam bahasa al-Qur’an disebut dengan Islam kaffah,(QS.al-Baqarah:208). Pemahaman Islam model ini berusaha memahami Islam dengan cara memadukan antara teks dan konteks sosial masyarakat, sehingga akan lebih mudah bersinergi dengan nilai-nilai kearifan lokal; yang kemudian terwujud dalam kehidupan masyarakat yang aman dan damai.

Kedua: Umat Islam sebagai bagian dari anak bangsa harus terus membantu pemerintah khususnya jajaran Polri dalam memberantas dan mempersempit ruang gerak kelompok radikal baik di Makassar, Sulawesi Selatan maupun daerah lainnya di Indonesia, dengan cara tidak mudah terprovokasi dengan ajaran (paham) yang dicurigai bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, sehingga jika ada gerak-gerik dari kelompok tertentu yang mencurigakan, maka masyarakat harus proaktif untuk segera melaporkannya kepada pihak keamanan terdekat.

Terlepas dari itu semua, masyarakat Indonesia khususnya umat Islam yang tengah menjalankan ibadah puasa ramadhan tidak perlu khawatir, apa lagi takut; tetaplah beribadah dengan tenang, karena yakinlah bahwa ketika semua anak bangsa membangun sinergi yang kuat dengan jajaran Polri khususnya, maka gerbong dan kelompok radikal perlahan bisa dibasmi dari republik ini.(*)

Tags: Dr. Abdul WahidpolriRadikalisme
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

Ist
Opini

Rakyat Menuntut Hak, Negara Hadir dengan Borgol: Pelajaran Pahit dari Popayato

24 Mei 2026
Foto : Prof. Dr. Muhammad Amir Arham, M.E.
Daerah

Benar Orang Desa Tidak Pakai Dollar…….

18 Mei 2026
Headline

Pertemuan Trump – Xi di Beijing dan Kebangkitan Diplomasi Korporat

17 Mei 2026
Next Post
Ketua DPRD Gorut, Djafar Ismail.

Djafar: Momentum Bulan Suci Ramadhan Tetap Budayakan Disiplin Protokol Kesehatan

Kebakaran Pasar Campalagian, Polewali Mandar. (f. istimewa)

Pasar Campalagian Dilahap Si Jago Merah, Kerugian Capai Ratusan Juta

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Dr.H.Abdul Wahid,MA

Waspadai Paham Radikalisme: Polri Menghimbau Umat Islam Tetap Tenang Dalam Menjalankan Ibadah Puasa

5 tahun ago
Ilustrasi PT.Biomasa

BJA Group Taat Pajak dan Komitmen Dukung Perekonomian Daerah

14 jam ago
Foto bersama Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama rombongan usai meninjau kesiapan Penas 2026

Penas XVII 2026 Siap Dihelat, Gubernur Gusnar: Bawa Berkah Bagi Rakyat Gorontalo

2 hari ago
f.hms

Gusnar Ismail Berhasil Jadikan Gorontalo Primadona Nasional

2 hari ago
f.ist

10 Merk Keju Cheddar Terbaik di Indonesia: Cocok untuk Segala Resep

2 tahun ago
DPM-PTSP Kota Gorontalo mendapat penghargaan dari Kementrian Investasi/BKPM RI dengan kinerja sangat baik. (istimewa/nn)

Kinerja DPM-PTSP Kota Gorontalo Dinilai Kementrian Investasi/BKPM RI Sangat Baik!

5 tahun ago
f.hms

H-3, Persiapan Penas Tani dan Nelayan 95 Persen

2 hari ago
f.hms

Presiden RI Dijadwalkan Hadir pada Puncak PENAS 2026 di Gorontalo

1 minggu ago
Bupati Saipul Mbuinga saat menerima penghargaan WTP

Lagi! Pemda Pohuwato Berhasil Pertahankan Opini WTP

4 minggu ago
f.hms

Layanan Kesehatan di Lokasi PENAS Disiapkan

3 hari ago

Terbaru

Ilustrasi PT.Biomasa
Gorontalo

BJA Group Taat Pajak dan Komitmen Dukung Perekonomian Daerah

by NN Indonesia
18 Juni 2026
0

Produsen Pellet Kayu PT. Biomasa Jaya Abadi (Ilustrasi) NEWSNESIA.ID, GORONTALO – Biomasa Jaya Abadi (BJA) Group, produsen...

f.hms

170 Ribu Warga Gorontalo Terima Bantuan Pangan

18 Juni 2026
f.hms

Wagub Idah Ajak Generasi Muda jadi Duta Keramahan Sambut Peserta Penas Petani dan Nelayan

18 Juni 2026
f.hms

Gusnar Ismail Berhasil Jadikan Gorontalo Primadona Nasional

17 Juni 2026
Foto bersama Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama rombongan usai meninjau kesiapan Penas 2026

Penas XVII 2026 Siap Dihelat, Gubernur Gusnar: Bawa Berkah Bagi Rakyat Gorontalo

17 Juni 2026
f.hms

H-3, Persiapan Penas Tani dan Nelayan 95 Persen

17 Juni 2026
f.hms

Pemprov Gorontalo Siapkan 5.000 Polopalo untuk Suvenir PENAS 2026

16 Juni 2026
f.hms

Layanan Kesehatan di Lokasi PENAS Disiapkan

16 Juni 2026
f.hms

Peserta PENAS Mulai Berdatangan

16 Juni 2026
Bupati Pohuwato Saipul Mbuinga saat menyerahkan

Bupati Saipul Apresiasi PT IGL dan PT BTL atas Kontribusi Nyata bagi Pekerja Rentan di Pohuwato

15 Juni 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.