
NEWSNESIA.ID, BOALEMO – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, Sutriyani Lumula, SKm, MKes pada rapat Forkopimda bertempat di Aula BPU Kantor Camat Tilamuta membeberkan perkembangan penanganan Covid-19 di wilayah Kabupaten Boalemo, Selasa (22/06/2021).
Dalam pemaparannya, Kadikes Boalemo Sutriyani Lumula menyampaikan bahwa dari tahun 2020 lalu, pihaknya mengadakan tracking sebanyak 396 kasus reaktif dari kurang lebih 1.798 sampel yang dikirim.
“Alhamdulillah dari 396 kasus reaktif itu kini yang dirawat tinggal 7 orang. Semua berkedudukan di wilayah Kecamatan Tilamuta. 4 orang diantaranya tenaga kesehatan dan sedang menjalani isolasi di kediaman pribadi,” beber Sutriyani.
Menangani kasus tersebut, pihaknya memastikan ketersediaan oksigen O2 dalam kondisi aman. Itu juga diback up tenaga kesehatan dari Puskemas Tilamuta sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Selain 4 orang itu, terdapat pula 2 orang yang kini sudah diisolasi di wilayah Kota Gorontalo dan 1 orang lagi menjalani isolasi di kediaman di Desa Modelomo Kecamatan Tilamuta dan tetap mendapat penanganan serius tenaga kesehatan.
Menyangkut instruksi Gubernur Gorontalo, tambah Sutriyani soal isolasi terpusat, pihaknya menyediakan 2 lokasi untuk isolasi. Masing-masing untuk wilayah bagian barat Kabupaten Boalemo dipusatkan di RS Iwan Bokings dan wilayah bagian timur berada di Puskesmas Tilamuta yang baru di Desa Lahumbo Kecamatan Tilamuta.
Disatu sisi, pihaknya juga tengah menargetkan 21 orang setiap harinya untuk menjalani pemeriksaan. Baik itu rapid antigen apakah itu VCR sebagai upaya penanganan 3T (testing, tracing, treatment) di wilayah Kabupaten Boalemo.
Dari upaya 3T ini diperoleh pemetaan wilayah antara zona hijau dan kuning tingkat kecamatan. Selain itu juga memudahkan pemetaan tingkat kepatuhan masyarakat yang cukup baik.
“Alhamdulillah, penanganan ini mencapai 75 persen setiap hari dan bisa menekan penyebaran Covid-19 meski wilayah Kabupaten Boalemo kini berada di zona kuning,” jelas Sutriyani Lumula.(nrt/nn)




















