
NEWSNESIA.ID, POHUWATO – Dengan dalih road show ke sejumlah kementerian di Jakarta, Kepala Desa Maleo, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato diduga menggunakan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dan Alokasi Dana Desa (ADD).
Parahnya, jalan-jalan yang katanya perjalan dinas itu dilakukannya tampa sepengetahuan Camat Paguat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).
Saat dikonfirmasi melalui Kepala Dinas PMD, Muzna Giasi, mengaku bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui persoalan Kepala Desa Maleo yang keluar daerah. Musna juga menjelaskan, untuk ADD ataupun Bumdes yang digunakan untuk perjalanan dinas, itu tidak dibolehkan, karena tidak sesuai peruntukannya.
“Setau saya tidak ada perjalanan dinas dan untuk anggaran Bumdes dipakai untuk perjalanan dinas, itu tidak bisa, karena tidak sesuai peruntukannya,” ujar Muzna Giasi saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (10/11/2021).
Dirinya menambahkan, untuk surat pemberitahuan bahwa kepala desa keluar daerah itu tidak ada.
“Kalau surat pemberitahuan kepala desa tidak ada tembusannya ke kami. Surat pemberitahuan tersebut bisa saja melalui camat setempat,” tutur Muzna Giasi.
Lain halnya dengan pengakuan Kadis PMD. Camat Paguat, Darwan Laiya membenarkan adanya pemberitahuan oleh kepala desa tersebut. Namun yang bersangkutan mengatakan bahwa hanya untuk mengantar isterinya ke bandara.
“Beliau bilang bahwa yang mana dirinya mau mengantar istrinya ke bandara. Saat itupun dirinya hanya mengenakan keki (Baju Dinas). Tidak mungkin ke Jakarta pakai pakaian dinas kan,” ujar Darwan Laiya.
Menanggapi hal itu, Kepala Desa Maleo, Ram Botutihe melalui saluran telepon, tak membantah jika dirinya berada di Jakarta. Dirinya juga mengaku melakukan road show ke semua kementerian. Mulai dari kementerian pertambangan hingga ke Kementerian kesehatan terkait Alkes (Alat Kesehatan) yang baru-baru mencuat di Kabupaten Pohuwato.
“Iya saat ini saya berada di Jakarta, dan saya ke Jakarta melakukan road show ke semua kementerian mulai dari Kementerian Pertambangan hingga ke Kementerian Kesehatan terkait Alkes yang dituntut oleh pendemo baru-baru ini,” ujar Ram Botutihe.
Ram juga membenarkan bahwa dirinya ke Jakarta menggunakan dana Bumdes. Tapi dalam pembicaraan melalui saluran telepon itu juga, dirinya mengaku dana Bumdes tersebut akan diganti.
“Iya saya ke Jakarta menggunakan dana Bumdes, akan tetapi tiba dari Jakarta anggaran tersebut akan saya ganti,” imbuhnya.(mus/NN)






















