
Hari ini, Jumat 20 Februari 2026 tepat setahun Gusnar Ismail dan Idah Syahidah mengemban amanah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo. Banyak prestasi prestisius berbagai sektor yang dicatatkan selama 365 hari ini.
Mengusung visi Gorontalo Maju dan Sejahtera, Gusnar-Idah tancap gas di awal pemerintahannya. Lima program unggulan yang digagas untuk mewujudkan visi besar itu sacara terukur dilaksanakan secara konkrit dengan hasil yang langsung dapat dirasakan oleh masyarakat Provinsi Gorontalo, dari Pohuwato hingga Bone Bolango. Bukan sekadar janji politik, tapi terlihat keseriusan itu karena menjadi tanggungjawab moral kedua figur terbaik ini menjalankan amanah masyarakat Gorontalo dengan tujuan agar Gorontalo lebih maju dan sejahtera.
Sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto 20 Februari 2025 lalu, GAS (Gusnar-Idah) telah menunjukan kinerja positif dengan hasil yang dapat dinilai menembus ekspektasi sebagian besar rakyat Gorontalo. Baru setahun, tetapi kerja-kerja Gusnar dan Idah melampaui apa yang diharapkan. Tak salah memang rakyat Gorontalo memenangkan figur ini ke kursi Gubernur dan Wakil Gubernur.
Kita lihat data konkrit implementasi lima program unggulan Gusnar Idah setahun terakhir;
Pertama, Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Program ini memang orientasinya jangka panjang. Secara konkrit upaya telah dilakukan Pemprov Gorontalo mulai dari penyediaan beasiswa hingga perbaikan tata kelola agar beasiswa tersebut tepat sasaran. Tahun 2025 ini Pemprov Gorontalo mengalokasikan kurang lebih Rp 2 miliar untuk beasiswa umum. Sebanyak 700 mahasiswa menerima manfaat dari beasiswa ini.
Gusnar Ismail dan Idah Syahidah berkomitmen mendorong agar putra dan putri Gorontalo dapat melanjutkan studi ke luar negeri. Makanya, Gusnar Ismail membangun komunikasi dengan Duta Besar Australia Mr. Rod Brazier dan mendapat respon positif, untuk program beasiswa S3 ke Australia. Dan program ini telah dirancang oleh pemprov Gorontalo. Disamping pendidikan formal, Pemprov Gorontalo juga melakukan upaya-upaya peningkatan SDM lewat program non formal.
Sampai saat ini, data menunjukan Indeks Pembangunan Literasi (IPL) meningkat dari 70,39 persen pada 2024 menjadi 77,46 persen. Rata-rata lama sekolah naik menjadi 8,38 tahun, dan harapan lama sekolah menjadi 13,18 tahun. Pemprov Gorontalo terus melakukan perbaikan-perbaikan dan terobosan untuk melahirkan SDM unggulan dimasa depan.
Kedua, Agromaritim Meliputi Bidang Pertanian, Peternakan, dan Perikanan.
Salah satu wujud konkrit implementasi program ini yang telah dilaksanakan ditahun pertama adalah peletakan batu pertama industri hilirisasi ayam terintegrasi nasional melalui program Presiden Prabowo di Kabupaten Gorontalo Utara. Selain itu, aksesibilitas komoditas pertanian antarpulau diperlancar, menjadikan Gorontalo sebagai eksportir ternak sapi dan jagung ke Tarakan serta berbagai kota di Sumatera dan Jawa.
Tak mudah mendapatkan program ini, namun karena Gusnar piawai dalam meyakinkan pemerintah pusat bahwa Gorontalo layak untuk masuk menjadi salah satu daerah hilirisasi industri ayam terintegrasi.
Upaya-upaya yang terus dilakukan dengan memberikan akses kepada petani, peiternak, juga nelayan di Gorontalo lewat intervensi bantuan yang telah digulirkan. Dampaknya, Nilai Tukar Petani (NTP) Gorontalo pada Desember 2025 mencapai 120,89, naik 5,60 persen dibanding November 2025, menjadikannya tertinggi di kawasan Indonesia Timur. Luar biasa.
Ketiga, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Selama setahun, sesuai data yang ada, capaian permulaan, sebanyak 7.163 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diintervensi melalui APBD, dan 1.149 UMKM lainnya mendapat bantuan dari BAZNAS. Di sektor koperasi, 50 koperasi diintervensi sehingga total koperasi aktif meningkat menjadi 1.721.
Alhasil, jumlah UMKM tumbuh 16,29 persen menjadi 122.690 unit pada 2025. Kontribusi sektor industri pengolahan terhadap PDRB meningkat menjadi 4,89 persen dengan laju pertumbuhan 16,36 persen.
Dari sisi makro, realisasi investasi naik 2,5 persen dibanding 2024 menjadi Rp5,217 triliun. Nilai ekspor Gorontalo melonjak 49,45 persen, dari USD60,70 juta pada 2024 menjadi USD89,78 juta pada 2025.
Ke Empat, Pariwisata
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, telah mendatangi Kementerian Pariwisata untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam mengembangkan sektor pariwisata Gorontalo.
Gusnar diterima oleh Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, didampingi oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Bupati Gorontalo, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo, serta kepala dinas pariwisata se-Provinsi Gorontalo.
Dalam pertemuan tersebut, Gusnar memaparkan sejumlah destinasi wisata prioritas yang membutuhkan dukungan dari Kementerian Pariwisata. Beberapa lokasi yang disebutkan antara lain Kawasan Pemukiman Suku Bajo, Pantai Bolihutuo, Desa Wisata Religi Bubohu, Museum Pendaratan Bung Karno di Desa Iluta, Pantai Minanga, Benteng Otanaha, Jungle Tracking Hungayono, Kawasan Olele, serta Wisata Lombong dan Hiu Paus di Bone Bolango.
Gusnar Ismail dan Idah Syahidah mendorong agar pariwisata Gorontalo lebih maju, sehingga berdampak positif terhadap perekonomian daerah dan masyarakat. berbagai iven telah dilaksanakan untuk mempromosikan protensi pariwisata di Gorontalo. Catat, ini baru ditahun pertama.
Ke Lima, Infrastruktur
Biacara soal infrastruktur, di tahun pertama ini Gusnar – Idah telah melakukan perbaikan sejumlah jalan, baik yang ada di Kota Gorontalo maupun kabupaten lainnya. Bukan saja jalan, tapi juga berbagai infrastruktur penting lainnya yang menjadi urat nadi perekonomian rakyat telah dikerjakan. Sekali lagi, ini baru tahun pertama.
Dilain sisi, parameter utama dalam menilai kinerja kepala daerah adalah pengelolaan APBD, baik dari sisi pendapatan maupun belanja. Selama satu tahun terakhir, Pemerintah Provinsi Gorontalo berhasil mempertahankan opini WTP atas laporan keuangan daerah. Catat ya, ini baru ditahun pertama.
Sementarfa untuk realisasi pendapatan daerah mencapai 106,89 persen, menempatkan Gorontalo di peringkat pertama se-Indonesia. Adapun realisasi belanja tercatat 92,78 persen hingga akhir tahun, atau posisi keenam secara nasional. Keberhasilan itu menunjukkan pemahaman pasangan Gusnar-Idah dalam mengelola APBD yang senilai Rp1,8 triliun. Lagi-lagi ini baru di tahun pertama.
Prestasi lainnya, di bidang kesehatan, Universal Health Coverage (UHC) Gorontalo meraih predikat utama terbaik nasional dengan tingkat keaktifan peserta JKN mencapai 95,28 persen, jauh di atas rata-rata nasional 85 persen. Prevalensi tengkes (stunting) juga turun signifikan menjadi 5,34 persen pada 2025 berdasarkan data EPPBGM.
Baru pertama dalam catatan sejarah Gorontalo. Dalam jangka waktu 7 bulan saja, Provinsi Gorontalo dikunjungi 12 menteri/wakil menteri. Bayangkan, bagaimana ampuhnya ‘rayuan’ Gusnar-Idah terhadap para elite pusat agar datang ke Gorontalo. Kedatangan para menteri dan wakil menteri ini, menjadi salah satu indikator kuatnya nilai tawar Gorontalo di mata pemerintah pusat, itu dilakukan Gusnar-Idah, sekali lagi ini baru di tahun pertama menjabat.
Belum lagi bicara soal bantuan sosial, Gusnar Ismail dan Idah Syahidah selama setahun ini telah banyak menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat dan UMKM di semua daerah kabupaten dan kota se Provinsi Gorontalo. Ini untuk memperkuat ekonomi masyarakat. Tercatat ada ribuan UMKM yang mendapat intervensi, dan puluhan ribu KPM mendapat sentuhan dari Pemprov Gorontalo. Ini Baru ditahun pertama ya..
Meski telah menorehkan banyak prestasi prestisius, namun memang jalan tak selalu mulus. Adanya saja rivalitas tak sehat dalam politik. Namun Gusnar Ismail dan Idah Syahidah tak ambil pusing. Keduanya fokus mewujudkan visi ‘Gorontalo Maju dan Sejahtera’.
Ritme kinerja ini perlu untuk dijaga bahkan ditingkatkan agar catatan baik ini tidak berakhir di tahun ini. Tantangan terberat adalah kondusifitas politik, GAS harus solid, kompak dan akur tentunya.(*)
Dapur Redaksi newsnesia.id




















