
NEWSNESIA.ID, POHUWATO – Bom waktu, kiranya demikian gambaran kondisi Kabupaten Pohuwato saat ini.
Bukan tanpa alasan, situasi ini tercipta dari kepanikan masyarakat yang sampai saat ini belum mendapat kepastian terkait pembayaran investasi yang mereka ikuti.
Meski diketahui owner FX Famili meminta tenggang waktu sampai bulan Januari 2022 untuk menyelesaikan masalah terkait pembayaran, namun sudah ada sebagian masyarakat yang telah melakukan penyitaan aset-aset dari para admin.
Hal itu dilakukan masyarakat buntut dari kekecewaan mereka akan janji-janji yang sedari kemarin tak kunjung peroleh titik terang.
Menyikapi kondisi ini, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pohuwato, Nasir Giasi angkat bicara. Dirinya menilai, saat ini efek yang ditimbulkan dari masalah investasi ini memang cukup memprihatinkan. Mulai dari efek sosial, etos kerja dan implikasi lainnya.
Sehingga untuk meminimalisir terjadinya resiko lain, Nasir mengajak seluruh stakeholder agar bisa bersama-sama mencari jalan keluar untuk masalah ini. Nasir menjelaskan, solusi yang dimaksud bukan untuk membayar langsung kerugian masyarakat, tapi bagaimana inisiatif yang diambil agar uang masyarakat bisa kembali.
“Memang gerakan yang demikian masih tergolong kecil, tapi jelas jikalau ini tidak menemui solusi pada januari mendatang, ditakutkan akan membesar dan berdampak pada stabilitas keamanan daerah. Kasihan rakyat, pemerintah bisa kumunkasi baik dengan pihak Polda Gorontalo. Kan ada aset dari saudara AY yang bisa dihitung untuk menanggulangi keluhan member,” ujar Nasir saat berbincang dengan awak media, Rabu (29/12/2021).
“Karena pada kondisi sekarang, masyarakat tidak lagi memikirkan atau menginginkan keuntungan berapa persen yang di janjikan oleh AY. Modal mereka bisa kembali saja sudah cukup,” ungkapnya menambahkan.
Terakhir Nasir Giasi berharap, agar masalah ini segera mendapat titik terang. Dia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat yang terlibat dalam investasi ini, agar tetap tenang dan tidak melakukan hal bisa merugikan.(mus/NN)




















