
Jalanan di wilayah perkotaan macet?, itu hal biasa. Namun bagaimana jika kemacetan terjadi dipedesaan?, ribuan kendaraan baik roda dua maupun roda empat mengular sepanjang jalan desa. itu namanya luar biasa.
Seperti yang terlihat di Otam Bersatu (Desa Otam-Desa Otam Barat), Kecamatan Passi Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara.
Ya, kemacetan terjadi sejak malam awal Ramadhan 1443 H, pekan lalu. Pantauan media ini, jalanan di desa ini macet lantaran meningkatnya jumlah pengunjung yang datang dari berbagai daerah untuk melihat dari dekat gemerlap lampu yang terpasang sepanjang jalan desa. Ratusan bahkan ribuan kendaraan baik roda dua maupun roda empat memadati jalan desa itu. Macet memang, namun mudah terurai.
Ada ribuan lampu, kelap kelip dan lampion menghiasi jalanan desa. Juga ada spot photo yang disediakan warga untuk pengunjung yang ingin mengabadikan momen gemerlap.
Memang khusus dua desa ini (Otam Bersatu), sejak setahun lalu membuat lorong lampu disepanjang jalanan desa secara swadaya dengan tujuan untuk menyemarakan Syahru Ramadhan. Itu bisa dilihat saat memasuki Desa Passi.
Tak heran jika nama Otam Bersatu kini mahsyur di wilayah Sulawesi Utara. Ya karena gemerlap lampu dijalanan yang didesain secara variatif sehingga menjadi sebuah karya yang layak jadi wisata malam selama Ramadhan.
Ketenaran Desa Otam ternyata bukan saja karena germerlap lampu itu. Nama Otam bahkan jauh sebelumnya sudah dikenal luas. Desa ini terbilang desa tua. Banyak ditemukan peninggalan Belanda dulu. Bahkan terdapat Gereja Tua yang dibangun masa penjajahan Belanda. Masih berdiri kokoh meski sudah mengalami banyak perbaikan.

Di sana juga ada Gardu Induk PT. PLN Persero berkapasitas 150 KV. Masuk dalam Proyek Startegis Nasional. Salah satu gudang listrik yang menyuplai aliran listrik wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo, interconeksi.
Bukan itu saja, Desa Otam maupun Desa Otam Barat (mekaran Desa Otam) juga dikenal dengan potensi sumber daya alamnya. Disini boleh dibilang gudangnya durian yang nikmat. Nenas, dan buah-buahan lainnya. (Jika masuk musim).
Pun penghasil Gula Aren. Banyak disebut salah satu gula aren berkualitas terbaik yang laris dipasaran itu ternyata diproduksi dari Otam Bersatu.
Potensi pertanian di desa yang berada diketinggian itu juga cukup besar. Cengkih, vanili, dan lain sebagainya. Menjadi sumber ekonomi masyarakat setempat.
Amat beruntung, Desa Otam khususnya yang berpenduduk kurang lebih 2000 jiwa itu kini memiliki Kepala Desa yang progressif di bidang pertanian. Namanya Idrus Mokodompit, alumni salah satu universitas terkemuka di Makassar, Sulawesi Selatan. Dia baru dilantik oleh Bupati Bolmong menjadi Kepala Desa.
Dia dikenal ahli dibidang rekayasa pertanian dan pupuk. Sudah teruji dan terbukti. Tak sedikit menyebutnya ‘Professor’ Pertanian. Karena memang dia sangat ahli dibidang itu.

Nah, dimasa pemerintahannya salah satu yang menjadi konsen adalah pengembangan perekonomian rakyat lewat pertanian. Grand design pengembangan pertanian di desa itu sudah ada di otaknya. Tinggal dilaksanakan.
Begitu pula di Desa Otam Barat di bawah pimpinan Kepala Desa Impa Ginoga. Terus mendorong peningkatan produksi pertanian untuk meningkatkan perekonomian warganya.
Kembali ke gemerlap jalanan desa yang kini jadi destinasi. Lampu-lampu itu tercipta benar-benar karena kreatifitas warga setempat. Untuk membuat lorong lampu warga saling bahu membahu, pemuda dan orang tua. Semua kalangan.
Kekerabatan warga di dua desa ini memang masih sangat tinggi. Bisa dilihat dari tradisi setiap hajatan. Warga saling membantu untuk mensukseskan hajatan setiap orang. Bondong-bondong warga membawa beras, ayam dan kebutuhan hajatan untuk warga yang punya hajatan. Tradisi yang disebut ‘gutat’ ini masih terawat hingga sekarang.
Saat ini, warga di Otam Bersatu (Otam Barat dan Otam) kini tengah menyiapkan lagi suasana yang lebih gemerlap.(*)



















