
NEWSNESIA.ID – Sejak COVID-19 pertama kali menyerang di Indonesia pada 3 Maret 2020 atau 2 tahun yang lalu, seluruh daerah bisa dibilang tidak siap menerima kehadiran virus mematikan ini.
Situasi buruk atas Pandemik yang terjadi juga turut dirasakan oleh Pemerintah Kota Gorontalo. Wali Kota Gorontalo, Marten Taha sejak dini tak pernah menganggap remeh virus COVID-19.
Hal tersebut dibuktikan dengan kebijakan Pemkot Gorontalo yang langsung mengajukan 2 Rumah Sakit di Kota Gorontalo dijadikan rumah sakit rujukan warga yang terpapar dengan segala upaya memenuhi perlengkapan memadai.
Tak sampai disitu Wali Kota Marten bersama Wakilnya, Ryan F. Kono bergerak cepat berkoordinasi dengan seluruh jajaran OPD agar mengikuti dan menerapkan setiap arahan dari Pusat Pengedalian Penyebaran COVID-19 yang ada di pusat, Jakarta.
Perjuangan gigih dari pasangan MATAHARI ini juga bisa dilihat dari tak henti-hentinya sosiasialisasi diberbagai lini media massa agar masyarakat tidak melakukan aktivitas diluar rumah selama Pandemik.
Namun perjuangan keduanya bukan tanpa halangan, membatasi ruang gerak masyarakat sama artinya mematikan secara perlahan ekonomi Kota Gorontalo yang secara otomatis berimbas pada makin meningkatnya angka kemiskinan hingga pengangguran kepada ribuan jiwa.
Bukan pasangan MATAHARI namanya jika menyerah atas keadaan tersebut. Berbagai solusi terus coba diramu baik itu menyesuaikan dengan program skala Nasional hingga melahirkan sejumlah program dadakan.
Memanfaatkan teknologi digital, Wali Kota Marten dan Wawali Ryan terus mendorong jajarannya agar pelayanan ke masyarakat terus berjalan maksimal melalui pemanfaatan digitalisasi.
Pembatasan aktivitas malam juga kerap mendapat protes dari para pelaku UKM di Kota Gorontalo. Namun dengan mengutamakan pendekatan Humanis protes tersebut berhasil diredam.
Ketersediaan Vaksin akhirnya perlahan mulai membuat Pandemik COVID-19 melandai tak terkecuali di Kota Gorontalo. Wali Kota Marten yang terus berupaya mengajak masyarakat tidak takut vaksin terbukti kongkret.
Kesabaran dan perjuangan gigih dari Pasangan MATAHARI menjaga warga Kota Gorontalo dari gempuran COVID-19 akhirnya kini berbuah hasil meski kerap diwarnai kritik tajam baik dari ormas, mahasiswa, pelaku usaha, dan warga pada umumnya kini aktivitas di Kota hampir sepenuhnya normal kembali.
Tercatat 4.431 Kasus dengan rincian 154 Meninggal dunia serta 4.276 yang sembuh dan kini per bulan Mei 2022 Kota Gorontalo mencatat 0 jumlah kasus (sumber Dinas Kesehatan Kota Gorontalo).
Keberhasilan Kota Gorontalo mampu melewati masa-masa kritis memang tidaklah semata hasil dari perjuangan dari pasangan MATAHARI semata namun kedisiplinan dan kesadaran warga itu juga sangat penting.
Pasangan MATAHARI kini genap berusia 3 tahun pada 3 Juni 2022. Tentu masih banyak tugas dan tantangan berat yang bakal dipikul dan mesti dituntaskan kedepan.
Mulai dari proyek skala nasional, mendorong kebangkitan ekonomi hingga menekan angka kemiskinan adalah sederet soal yang harus mampu dijawab oleh Wali Kota Gorontalo, Marten Taha dan Wakil Walikota Gorontalo, Ryan F. Kono.




















