
NEWSNESIA.ID GORUT – Wakil Ketua 2 DPRD Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Hamzah Sidik, menilai, perencanaan pengelolaan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dilakukan oleh pemerintah daerah belum terlalu matang.
Hamzah kemudian mencontohkan pengadaan alat kesehatan X-Ray Mobile atau alat foto rontgen untuk Rumah Sakit Zainal Umar Sidiki (ZUS), di mana tidak diperhitungkan untuk penunjangnya.
“Misalkan mengagendakan atau merencanakan pengadaan alkes, tetapi ternyata tidak dipersiapkan anggaran untuk kebutuhan pendukungnya, seperti sumber listrik atau sumber daya di rumah sakit,” kata Hamzah, pada rapat LKPJ di ruang sidang DPRD Gorut, beberapa waktu lalu.
Dengan kondisi itu, lanjut Hamzah, Direktur Rumah Sakit ZUS juga khawatir jika melanjutkan proses pengadaan karena bila tidak bisa digunakan dan akan menjadi temuan.
“Ini artinya apa, ada suatu sistem perencanaan dan kita DPRD ini kan. Syukurnya di DPRD itu sifat teknisnya itu di awal tidak terlibat. Kalaupun itu terlibat hanya dalam proses rapat kerja begini, tidak dalam menentukan menu jalan A,B,C dan lainnya itu tidak,” ucap Hamzah.
Ia mengatakan, dalam aturan juga memang tidak melibatkan DPRD setempat, tetapi hanya menyurat untuk pemberitahuan.
“Tetapi juga karena ini masuk dalam skema dan bagian dari pada APBD yang kita akan diskusikan tidak hanya tahun ini, tapi juga tahun depan sampai dengan delapan tahun ke depan, kita harus riset kembali barang ini,” jelasnya. (Rol)






















