
NEWSNESIA.ID, KWANDANG – DPRD Gorontalo Utara (Gorut) meminta pemerintah daerah untuk tidak gegabah dalam menjalankan program-program yang sedang berjalan.
Menurut Wakil Ketua 1 DPRD Gorut, Roni Imran, pemerintah saat ini lagi memacu program kegiatan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Ini agak lebih cepat, akan tetapi DPRD dalam rangka pengawasan, mengetahui bahwa ada kurang lebih 40 miliar lebih itu anggaran yang dipersiapkan sebagai anggaran defisit yang akan ditutupi oleh silpa,” kata Roni diwawancarai, di Kantor DPRD Gorut, Senin (6/2/2023).
Saat ini, kata dia, pihaknya masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) setempat, apakah mencapai angka 40 miliar atau tidak. Ketika mencapai maka program yang dipacu bisa dijalankan.
“Tetapi kalau misalkan hanya 20 miliar silpanya, berarti ada program kegiatan yang tidak ada uangnya. Dan jalan satu-satunya adalah rasionalisasi,” tegas Roni.
Dengan demikian, Roni mengingatkan kepada pemerintah agar segera memilah program-program yang akan dirasionalisasi. Karena dalam rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) beberapa waktu yang lalu, diprediksi 30 miliar untuk program kegiatan tidak bisa ditutupi oleh Silpa.
“Jangan sampai sudah terlanjur jalan kemudian uangnya tidak ada. Maka ini DPRD mengingatkan bahwa cepat dimapping program-program yang tidak prioritas untuk rakyat dia harus diambil langkah,” tutur dia.
Meski mendapatkan apresiasi dalam percepatan program, namun Roni menerangkan pemerintah harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah yakni Silpa.
“Pemerintah harus cepat ambil langka antisipasi jangan sampai ini sudah jalan. Jadi kami di satu sisi mengapresiasi terhadap kecepatan OPD-OPD,” kata Roni.
“Nah ini kan sementara diaudit jangan sampai Silpa-nya diperkirakan jauh dari kenyataan,” ujarnya.
Menurutnya, TAPD juga tahu akan hal tersebut dan mengakui bahwa program kegiatan ada yang tidak bisa ditutupi dengan Silpa sebesar 30 miliar.
“Jadi jangan jalan dulu, harus jalan yang jadi prioritas,” tutupnya. (Rol)























