Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Opini

Meningkatnya Pernikahan Dini, Mengapa Dipermasalahkan?

by NN Indonesia
5 Juni 2024
in Opini
Reading Time: 3 mins read
f.ist

Oleh: Cindi Aprilian

Angka pernikahan dini di Gorontalo makin meningkat. Menurut data tahun 2023, Provinsi Gorontalo telah masuk dalam lima besar peringkat tertinggi pernikahan dini di Indonesia dan menempati posisi ketiga.

Asisten Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak atas Pengasuhan dan Lingkungan Kementerian PPPA RI, Rohika Kurniadi Sari menjelaskan dilakukannya penandatanganan pakta integritas ini memiliki peran yang penting untuk keadaan saat ini.

Pejagub Ismail Pakaya berharap melalui penandatanganan pakta integritas akan terbangun komitmen semua pihak dalam mengambil langkah pencegahan serta tindakan preventif lainnya. (Tilongkabilanews.id 22/03/2024)

 

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Gorontalo telah melaksanakan beberapa kegiatan sebagai upaya mengatasi pernikahan dini di Gorontalo.

“Kami Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, beberapa kegiatan sudah kami upayakan yang pertama adalah memastikan seluruh desa di Provinsi Gorontalo adalah desa ramah perempuan dan peduli anak. Yang kedua upaya dari kami, seluruh kabupaten kota menjadi kabupaten kota layak anak,” ujar Yana, kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan. (Tatiye.id 05/04/2024)

Disamping itu fakta lain menunjukkan bahwa data di Pengadilan Agama kelas IA Gorontalo menyebut dalam tiga tahun terakhir perkara dispensasi nikah di Kota Gorontalo mencapai 523 kasus. Permohonan yang didaftarkan di PA Kelas IA Gorontalo itu didominasi oleh alasan lantaran calon pengantin perempuan telah hamil terlebih dahulu sebelum menikah.

Sementara itu, terhitung mulai Januari hingga Juli 2023, Jumlah permohonan dispensasi nikah yang masuk mencapai 109 perkara, dimana ada 105 yang telah terkabulkan, ada 2 yang belum diputuskan dan ada 2 perkara yang digugurkan.

Dibalik Pernikahan Dini

Ada beberapa hal yang mempengaruhi meningkatnya pernikahan dini. Setidaknya ada lima faktor. Pertama, faktor ekonomi. Kondisi ekonomi yang buruk membuat beberapa keluarga menjadikan pernikahan dini sebagai jalan pintas untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan begitu mereka berharap beban keluarga akan berkurang dan berharap kehidupan ekonominya akan membaik dengan mengandalkan suami.

Kedua, adalah pergaulan bebas. Pengaruh pergaulan ala barat, menjadikan remaja yang krisis jati diri sesuka hati meluapkan naluri seksualnya dengan melakukan hubungan suami istri padahal belum menikah, hingga akhirnya hamil. Kondisi semacam ini membuat beberapa orang tua memilih nikah dini karena dianggap sebagai solusi.

Ketiga, adat istiadat. Di beberapa desa atau tempat terpencil masih memiliki kebudayaan turun temurun, dimana jika anaknya belum menikah akan menjadi perawan tua atau tidak laku. Hal ini yang membuat orang tua ingin segera menikahkan anaknya.

Keempat, media sosial. Kebebasan informasi yang bisa diakses oleh siapa saja dan kapan saja rentan memberikan informasi bebas kepada remaja berupa konten-konten dan gambar porno, adegan pacaran, iklan-iklan yang menampilkan kecantikan atau maskulinitas membuat seseorang apalagi remaja mudah terdorong untuk melakukan hal yang sama. Apalagi didukung dengan lingkungan yang serba bebas. Alhasil, Ketika sudah terlanjur hamil, nikah jadi solusi.

Kelima, Pendidikan. Kurangnya sosialisasi dan edukasi pada masyarakat menjadikan remaja-remaja minim pengetahuan tentang hubungan dengan lawan jenis. Baik dirumah dan disekolah sangat jarang ditemui edukasi semacam ini. Misal dalam rumah, orang tua cenderung memberikan larangan keras namun tidak memahamkan dampak-dampaknya. Alhasil anak merasa tertekan dan mencoba-coba melakukan hubungan dengan lawan jenis hingga akhirnya hamil. Disekolah juga tak dijelaskan dengan detail bagaimana harusnya hubungan antara perempuan dan laki-laki. Bahkan pada beberapa oknum guru ditemukan justru mendukung aktivitas pacaran pada siswa-siswinya.

Berdasarkan uraian faktor diatas menunjukkan bahwa tingginya angka pernikahan dini merupakan problem yang tidak berdiri sendiri dan tidak terlepas dari problem akarnya yakni liberalisme di bidang sosial dan pendidikan. Tingginya angka kehamilan tidak diinginkan (KTD) akibat daripada pergaulan bebas yang menjadi biang keroknya, bukan karena pernikahan dini. Pemerintah justru lebih mengedepankan tinjauan dampak negatif, seperti menyebabkan stunting, kanker serviks, KDRT, dan perceraian. Tentu ini adalah kesalahan dalam memahami akar masalah yang berujung pada pelarangan terhadap pernikahan dini.

Olehnya yang berbahaya bukan pada pernikahan dini. Bahaya yang sesungguhnya adalah kehidupan liberal yang sekuler dan anti-islam.

Persoalannya Bukan pada Pernikahan Dini

Dalam pandangan Islam, pernikahan dini karena usia yang masih muda bukanlah menjadi masalah. Syariat membolehkan bahkan mendorong seseorang untuk menikah tanpa memandang umur jika dia telah baligh, mampu dan kedua belah pihak tidak ada paksaan serta sudah siap baik secara ilmu, materi (nafkah) dan fisik.

Dalam Sistem islam, pernikahan dini tidak menjadi soal. Ini karena dalam islam, negara wajib menjamin rakyatnya atas kebutuhan pokok (sandang, pangan, papan, juga Kesehatan dan Pendidikan). Artinya, negara memberikan jaminan hidup yang cukup kepada seluruh rakyatnya.

Selain itu, sistem Pendidikan dalam islam akan mendidik generasi memahami tujuan penciptaannya dan peran yang telah Allah swt tetapkan. Mereka memiliki keimanan yang kuat dan keterampilan hidup yang cukup. Setelahnya mereka akan mudah memahami dan menerapkan ajaran islam yang berkaitan dengan kewajiban menutup aurat, sistem pergaulan laki-laki dan perempuan serta membahas hal-hal terkait pernikahan. Semuanya akan dirangkum dalam sebuah kurikulum terpadu sesuai tingkatan usia anak.

Negara islam akan menjadikan media sosial atau sarana apa saja yang mengedukasi masyarakat, sehingga mampu mendidik dan menjadikan masyarakat makin bertakwa, bukan malah sering menayangkan pornografi-pornoaksi yang menjadikan nefsu seks masyarakat makin membara, terlebih remaja yang memang masanya pubertas. Dan jika ada yang melanggar, harus mendapat sanksi yang menjerakan.

Demikian solusi yang harus kita lakukan. Tidak ada jalan lain menyelamatkan negeri ini, kecuali kembali merujuk pada penerapan syariat islam secara kaffah. Wallahu’alam bishowab.(*)

Tags: Pernikahan Dini
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

Aiman Syakil
Ekonomi

Membuka Akses Pasar bagi Produk Pertanian Lokal

25 Juni 2026
Opini

Sherly Sang Predator?

23 Juni 2026
Ist
Opini

Rakyat Menuntut Hak, Negara Hadir dengan Borgol: Pelajaran Pahit dari Popayato

24 Mei 2026
Next Post
Penjagub Gorontalo, Rudy Salahuddin saat MoU dengan pihak BP2MI. (foto. via/nn)

Gandeng BP2MI, Pemprov Gorontalo Buka Kesempatan Kerja di Luar Negeri Lebih Luas

Sekda Boalemo, Dr. Sherman Moridu, SPd, MM

Akses Pasar Tilamuta Sering Macet, Penjabup Sherman: Tahun Ini Akan Ditata

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Meningkatnya Pernikahan Dini, Mengapa Dipermasalahkan?

2 tahun ago

Sherly Sang Predator?

4 hari ago
Ilustrasi

Bantuan Jamban DD Pemdes Paisumosoni Disinyalir Pilih Kasih, Warga Adu ke Camat

5 tahun ago
Presiden RI, Prabowo Subianto Hadiri Puncak PENAS XVII di Gorontalo. (Sumber Foto : Kominfo)

Hadiri Puncak Penas XVII di Gorontalo, Presiden Prabowo Optimis Indonesia Bisa Jadi Lumbung Pangan Dunia

3 hari ago
Kondisi area di Pohuwato persawahan yang kering

Petani Pohuwato Datang ke PENAS Mau Ngadu ke Pemerintah Pusat, Sedimentasi Masih Jadi Masalah Utama Pertanian

6 hari ago
f.hms

PENAS, Geliat Ekonomi Gorontalo Meningkat

4 hari ago
Prof.Dr.Ahmad Faisal, M.Ag

Penuh Khidmat, Rektor IAIN Gorontalo Bawakan Do’a Dihadapan Presiden RI pada Puncak PENAS 2026

3 hari ago

IAIN Gorontalo Gelar Penyamaan Persepsi Akreditasi Bersama Dewan Eksekutif BAN PT

2 minggu ago
Kepala Badan Penghubung Provinsi Gorontalo Mohamad Iqbal Lasabang saat menyambut kedatangan peserta PENAS XVII asal Kab. Karimun Provinsi Kepulauan Riau fi Bandara Djalaluddin Gorontalo. (F. Istimewa)

Dari Jakarta hingga Gorontalo, Peserta Asal Kepri Terpukau dengan Pelayanan Tuan Rumah PENAS XVII

1 minggu ago
Aiman Syakil

Membuka Akses Pasar bagi Produk Pertanian Lokal

2 hari ago

Terbaru

f.hms
Ekonomi

Jaga Stabilitas Harga Pangan, Pemprov Gorontalo Perkuat Komoditas Lokal

by NN Indonesia
26 Juni 2026
0

f.hms NN, GORONTALO- Pemerintah Provinsi Gorontalo akan memperkuat pengembangan komoditas lokal sebagai langkah menjaga stabilitas pangan dan...

f.hms

Lokasi Eks Gelar Tekhnologi PENAS Akan Dijadikan Agrowisata

26 Juni 2026
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). (Ilustrasi)

LPS Tetapkan TBP Baru Mulai Juli 2026, Perkuat Stabilitas Perbankan dan Kepercayaan Nasabah

25 Juni 2026
Aiman Syakil

Membuka Akses Pasar bagi Produk Pertanian Lokal

25 Juni 2026
doc-ist

PENAS Sukses, Duta Besar Australia Beri Selamat ke Gubernur Gusnar

25 Juni 2026
Momen Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda dan Wagub Gorontalo, Idah Syahidah Ruslie Habibie saat menyapa masyarakat Gorontalo dan ribuan peserta PENAS XVII. (sumber Foto : Kominfo)

Dua Perempuan Inspiratif Jadi Daya Tarik di PENAS XVII

24 Juni 2026
Presiden RI, Prabowo Subianto Hadiri Puncak PENAS XVII di Gorontalo. (Sumber Foto : Kominfo)

Hadiri Puncak Penas XVII di Gorontalo, Presiden Prabowo Optimis Indonesia Bisa Jadi Lumbung Pangan Dunia

24 Juni 2026
Prof.Dr.Ahmad Faisal, M.Ag

Penuh Khidmat, Rektor IAIN Gorontalo Bawakan Do’a Dihadapan Presiden RI pada Puncak PENAS 2026

24 Juni 2026
f.hms

Presiden Prabowo Kenakan Upia Karanji Dipenutupan PENAS

24 Juni 2026
Foto : Nenek Farida (74) korban PHK Sepihak oleh Ko Lay.

Miris! Ditengah Riuh Puncak Penas Ke XVII, Ada Nenek Petani 74 Tahun Di PHK Sepihak Tanpa Pesangon

24 Juni 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.