
NEWSNESIA.ID, KOTAMOBAGU – Biokonversi Sampah Organik masuk dalam agenda prioritas 100 Hari Kerja wali kota kotamobagu Weny Gaib dan Rendy Virgiawan Mangkat.
Kendati program tersebut masih berupa rancangan, namun hal itu diyakini dapat mengatasi persoalan sampah organik. Selain itu program tersebut sebagai solusi pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan
Wali Kota, Weny Gaib menyatakan dari data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotamobagu mencatat jumlah sampah per bulannya mencapai 1.800 ton, dengan 50% berupa sampah organik yang dapat diolah menjadi maggot dan kompos.
“Ini adalah bentuk keseriusan kami membangun dari dasar, dengan pendekatan partisipatif dengan menyentuh langsung ke masyarakat,” katanya. Jumat, 15 Mei 2025
Presentasi rancangan program dilakukan oleh Pusat Pendidikan Mondowana di hadapan Sekretaris Daerah dan sejumlah OPD terkait.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Fenty Dilasandi Miftah, menyatakan kesiapan mendukung program tersebut.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini. Inisiatif ini sejalan dengan visi pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berbasis kolaborasi lintas sektor,” tandasnya. (rls)






















