
newsnesia.id, GORONTALO– Pembangunan sumber daya manusia adalah kunci kemajuan suatu daerah. Dalam konteks Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Maka dari itu perhatian terhadap pendidikan tinggi harus menjadi prioritas utama, termasuk memastikan mahasiswa asal Bangkep yang menempuh studi di luar daerah memiliki tempat tinggal yang layak dan mendukung proses belajar mereka. Oleh karena itu, pembangunan asrama permanen bagi mahasiswa Bangkep bukan hanya penting, tapi mendesak.
Mengingat sudah hampir 25 tahun di wacanakan akan di bangun Asrama Mahasiswa Bangkep permanen di Provinsi Gorontalo pemerintah daerah Bangkep sampai dengan hari ini tidak ada eksekusi dan realisasi yang nyata. Padahal selama 25 Tahun itu kita sering mebuka diskusi terbuka dengan cara audiensi langsung, dialog bersama bahkan sudah pernah menyodorkan sertifikat tanah untuk persiapan pembebasan lahan di Dinas PU Bangkep
“Kami juga sering berkoordinasi kepada Bagian Kesra Pemda Bangkep Mempersoalkan Perencanaan Pembangunan Asrama permanen cuman saja memang tidak ada keseriusan yang jelas oleh Pemerintah Daerah ataupun Dinas PU yang membidangi masalah pembangunan asrama permanen mahasiswa,” jelas Irfan.
“Kami menyayangkan DPRD Bangkep yang sampai hari ini tidak bisa melihat dan membuka mata dan mungkin hampir seluruh Anggota DPRD Bangkep tidak ada yang bisa dan memperjuangkan atau menyuarakan betapa urgensinya pembangunan asrama permanen mahasiswa di Gorontalo,” imbuhnya lagi.
Ribuan mahasiswa Bangkep di kota-kota seperti Palu, Makassar,Jogja,Mando,Luwk Wabil Khusus Wilayah Gorontalo menempuh pendidikan tinggi dengan kondisi tempat tinggal yang serba terbatas, seringkali menyewa kos atau rumah kontrakan secara mandiri. Hal ini tidak hanya membebani secara finansial, tetapi juga dapat mengganggu konsentrasi belajar akibat ketidakstabilan tempat tinggal. Asrama permanen yang dikelola oleh pemerintah daerah akan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan ini.
Lebih dari sekadar tempat tinggal, asrama juga berperan sebagai pusat pembinaan karakter, kebersamaan, dan semangat kedaerahan. Di dalam asrama, mahasiswa bisa saling mendukung, belajar bersama, dan menjalankan berbagai kegiatan positif yang mendorong prestasi akademik maupun non-akademik. Ini merupakan investasi sosial jangka panjang yang tidak ternilai bagi masa depan daerah.
Sudah waktunya pemerintah daerah Bangkep memberikan perhatian serius pada pembangunan asrama permanen ini. Selain bentuk kepedulian terhadap pendidikan generasi muda, hal ini juga merupakan langkah strategis untuk menyiapkan SDM unggul yang kelak akan kembali dan membangun daerahnya. Ketersediaan asrama yang representatif dapat menjadi motivasi tambahan bagi para siswa SMA asal Bangkep untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Berdasarkan Perturan daerah Kabupaten Banggai Kepulauan Nomor 11Tahun 2024 Tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Tahun 2025 Total Sebesar Rp 1,04 Triliun.
Merujuk pada
Pasal 6
(1) Anggaran Belanja Operasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5
huruf a sebesar Rp. 653.196.833.908,25 (enam ratus lima puluh
tiga miliar seratus sembilan puluh enam juta delapan ratus tiga
puluh tiga ribu sembilan ratus delapan koma dua lima rupiah),
yang terdiri atas:
a. Belanja Pegawai;
b. Belanja Barang dan Jasa;
c. Belanja Hibah; dan
d. Belanja Bantuan Sosial.
(2) Belanja Pegawai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a
sebesar Rp. 458.989.790.911,26 (empat ratus lima puluh delapan
miliar sembilan ratus delapan puluh sembilan juta tujuh ratus
sembilan puluh ribu sembilan ratus sebelas koma dua enam
rupiah);
(3) Belanja Barang dan Jasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf b sebesar Rp. 170.371.332.658,99 (seratus tujuh puluh
miliar tiga ratus tujuh puluh satu juta tiga ratus tiga puluh dua
ribu enam ratus lima puluh delapan koma sembilan sembilan
rupiah);
(4) Belanja Hibah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c
sebesar Rp. 21.400.710.338,00 (dua puluh satu miliar empat
ratus juta tujuh ratus sepuluh ribu tiga ratus tiga puluh delapan
rupiah);
Di ayat 2 Tentang Belanja pegawai yang berjumblah 458.989.790.911,26 ini merupakan pemborosan anggaran yang sudah tidak sesuai dengan Inpres Efisiensi adalah Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang dikeluarkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 22 Januari 2025, tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.
Sehingganya bagi saya anggaran Belanja Pegawai terlalu besar jdi bisa di pangkas untuk Perencanaan pembangunan Asrama permanen Mahasiswa Bangkep Di gorontalo
Kemudian Di pasal 6 Ayat 4: yang menjelaskan soal Belanja Hibah berjumblah 21.400.710.338,00 (Dua puluh satu miliar empat ratus juta tujuh ratus sepuluh ribu tiga ratus tiga puluh delapan.
Anggaran juga ini seharusnya bisa di gunakan Untuk Pembangunan Asrama permanen Mahasiswa Bangkep di Gorontalo
Belum lagi di Pasal 8:
Anggaran Belanja Tidak Terduga sebagaimana dimaksud dalam Pasal
5 huruf c sebesar Rp. 8.748.847.740,10 (delapan miliar tujuh ratus
empat puluh delapan juta delapan ratus empat puluh tujuh ribu
tujuh ratus empat puluh koma satu rupiah), yang terdiri atas belanja
tidak terduga. anggaran ini juga bisa di pangkas untuk di alihkan Dalam pembangunan Asrama permanen mahasiswa Bangkep di Gorontalo.
Jadi memang persoalan Kekurangan anggaran APBD bagi saya Selama ini cuman Alibi untuk membenarkan Bahwa Pembangunan Asrama Permanen Mahasiswa Di Gorontalo belum bisa di realisasikan padahal kalau kita Berdasarkan setiap Tahun Khusunya Di Tahun Anggaran APBD 2025 Seharusnya Kebutuhan Yang paling mendasar untuk Kemajuan Daerah Mengenai pembangunan Asrama permanen Mahasiswa Bangkep di Gorontalo Tahun ini bisa di realisasikan dan di prioritaskan.
Karna Pembangunan asrama permanen bukan beban, melainkan investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak besar bagi kemajuan daerah. Pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan perlu duduk bersama untuk merumuskan kebijakan, alokasi anggaran, dan tahapan pembangunan yang konkret.
Dengan semangat membangun dari pinggiran, pembangunan asrama mahasiswa harus menjadi bagian dari prioritas pembangunan SDM Bangkep. Jangan biarkan mahasiswa kita berjuang sendirian di tanah rantau. Sudah saatnya kita hadir untuk mereka, sebagaimana mereka nanti akan hadir untuk membangun Kemajuan Peradaban Kabupaten Bangkep.(nn)





















