Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Opini

Pilkada Momentum untuk Mencari Pemimpin ‘Apa Adanya, Bukan Ada Apanya’

by NN Indonesia
19 September 2020
in Opini
Reading Time: 3 mins read

Oleh: Dr. H. Abdul Wahid, MA- (Muballigh dan Akademisi Makassar)

Dinamika politik di sejumlah daerah yang akan melaksanakan Pilkada serentak tahun ini, termasuk Kota Makassar semakin menghangat setelah keluarnya beberapa hasil survei dari para paslon yang akan berkontestasi dalam Pilkada tahun ini. Namun demikian terlepas dari hasil survei tersebut kepada para paslon dan para pendukung diharapkan tidak mudah terpancing dengan angka-angka yang telah dirilis oleh lembaga survei tertentu. Sebab, terlalu dini untuk dapat menyimpulkan siapa yang akan keluar menjadi pemenang dalam Pilkada tahun ini termasuk pada Pilwali di Makassar.

Tugas para paslon dan pedukung saat ini adalah berusaha untuk memaksimalkan peran mesin partai pengusung dan tim sukses masing-masing agar dapat  menggunakan cara (strategi) yang tepat untuk memberi keyakinan kepada masyarakat, bahwa merekalah paslon yang memiliki program kerja yang terbaik jika diberi mandat oleh rakyat untuk menahkodai daerahnya masing-masing lima tahun mendatang.

Klaim program kerja paling baik dibandingkan dengan paslon lain, tidak dalam posisi saling merendahkan apa lagi mengecam program kerja dari paslon tertentu.

Konteks ini harus diletakkan pada posisi untuk membakar semangat kepada paslon dan para pendukungnya masing-masing agar bisa all out dalam memenangkan kontestasi Pilkada tahun ini sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi dan kearifan lokal.

Pemimpin “apa adanya dengan ada apanya” memiliki perbedaan yang cukup jelas. Perbedaan keduanya dapat dilihat dari gaya politik yang dipertontonkan kepada publik oleh para elite dan kontestan yang akan ikut bertarung pada pilkada serentak tahun ini.

Bagi pemimpin “apa adanya”, maka ia berusaha untuk tidak terjebak pada model politik pragmatis, dan lebih berorientasi pada kepentingan masyarakat dibandingkan kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Pada saat yang sama pemimpin yang seperti ini berusaha untuk tidak menggunakan cara-cara yang kotor, yang berpontensi membuat kegaduhan dan gangguan kamtibmas di tengah masyarakat.

Sebaliknya “pemimpin yang ada apanya”  yaitu sosok pemimpin yang terjebak pada politik pragmatis, emosional, cenderung menghalalkan segala cara demi memuluskan ambisinya untuk meraih kekuasaan. Program kerja yang ia tawarkan ke publik terlalu muluk-muluk, melangit, walau kadang harus bertentangan dengan akal sehat.

Gaya politik yang dipertunjukkan ke publik yakni politiik pencitraan; dan kepura-puraan hal ini dia lakukan untuk menambah simpatik dari masyarakat sehingga dapat menambah perolehan suaranya di hari pemungutan suara ke depan.

Pemimpin yang “ada apanya” ialah sosok pemimpin yang karena kepentingan politik, maka pola interaksi yang ia bangun dengan masyarakat pun sarat dengan motiv dan kepentingan. Tipikal pemimpin seperti ini ke depan jika diberi amanah rentan untuk melupakan janji-janji politiknya saat ia kampanye.

Dilihat dari perspektif agama sosok pemimpin seperti ini bisa dikategorikan terlalu memaksakan kehendak walau tidak memiliki kemampuan yang maksimal. Dalam konteks inilah Nabi saw. pernah berpesan, “Apabila suatu urusan diserahkan kepada bukan ahlinya, maka tunggulah kehancuran”. (HR. Bukhari).

Di tahun 2020 ini, akan diadakan pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota atau Pilkada Serentak  yang rencananya dilaksanakan bulan September 2020 diundur jadi Desember 2020, akibat adanya pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia termasuk Indonesia.

Terlepas dari adanya perubahan waktu pelaksanaan Pilkada serentak tahun ini, yang perlu menjadi perhatian semua pihak khususnya para penyelenggara pemilu dan aparat keamanan (Polri) adalah potensi gangguan kamtibmas terutama di Sulawesi Selatan lebih khusus lagi kota Makassar. Tercatat ada 12 kabupaten kota di Sulawesi Selatan yang akan mengikuti Pilkada serentak tahun ini.

Dalam konteks itulah, maka seluruh komponen bangsa  lebih khusus lagi para paslon yang akan ikut bertarung dalam pilkada tahun ini agar dapat menghimbau kepada para pendukungnya masing-masing untuk dapat menghadirkan politik yang sejuk, damai, menggunakan narasi dan komunikasi yang tidak berpotensi membuat kegaduhan di tengah masyarakat, terutama lewat sosial media apa lagi pada saat ini Indonesia masih dalam duka pandemi Covid-19.

Kehadiran politik yang sejuk, damai dan bermartabat tahun ini adalah tugas kita semua bersama bersinergi dengan Polri, agar proses demokrasi ini tidak melahirkan polarisasi dan disharmonis di tengah masyarakat.

Prinsipnya, walaupun kita berbeda pilihan politik hal itu sah-sah saja, sepanjang persaudaraan sesama anak bangsa terus tetap terjaga dengan semangat “Bhineka Tunggal Ika”.(*)

Tags: Pilkada 2020
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

f.antara
Opini

Karhutla Meluas, Korban Berjatuhan: Akumulasi Kejahatan Negara-Korporasi?

19 September 2026
Aris Setiawan
Opini

Bubarkan Saja KADIN Gorontalo

18 September 2026
Headline

Meluruskan Pandangan Kewenangan Polri dan PPNS Dalam Penegakan Hukum Cagar Budaya

11 September 2026
Next Post
Penyambutan Mendes PDTT, Kepala BNPT, Wakil Ketua BPIP di Desa Banuroja, Sabtu (19/9/2020).(F.Istimewa)

Salut dengan Toleransi di Banuroja, Menteri PDTT Sebut Layak Mendunia

Sumber : Website Dinas Kesehatan Sulteng

Sulawesi Tengah Berhasil Tekan Penyebaran Covid-19, Terendah se Indonesia

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

WR III Sultan Amai Gorontalo, Dr. Sahmin Madina.

UIN Sultan Amai Buka Suara Soal Kasus Pelecehan Seksual

2 hari ago

UIN Sultan Amai dan Kejaksaan Tinggi Gorontalo Perkuat Kemitraan 

5 jam ago
Sekretaris Dinas PUPR-PKP Provinsi Gorontalo Winardi Dayi saat menerima kunjungan Ombudsman RI Perwakilan Gorontalo, Selasa (22/9/2026).

Ombudsman Nilai Pelayanan Publik Dinas PUPR-PKP Gorontalo

2 hari ago
Dr. H. Abdul Wahid, M.A

Pilkada Momentum untuk Mencari Pemimpin ‘Apa Adanya, Bukan Ada Apanya’

6 tahun ago
Ilustrasi Pertamina Patra Niaga

Hoaks Harga Pertalite Naik 26 September Beredar, Pertamina Imbau Warga Tak Panik

2 jam ago

Tidak Semua Sistem One Man One Vote Membuat Demokrasi di HMI Menjadi Pragmatis

1 hari ago
f.hms

Gusnar Ismail Nginap di Pinogu, Jajal Jalur Ekstrim

20 jam ago
Foto humas Pani Gold Mine

Di HUT ke-14, PGM Tegaskan Komitmen Pertumbuhan yang Memberi Manfaat

4 jam ago
Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie di Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026.

Wagub Idah Syahidah Dorong Gorontalo Perluas Ruang Inklusif bagi Disabilitas

18 jam ago
Penyerahan surat persetujuan penobatan nama drg. Clara Gobel jadi RSCG dari keluarga besar Gobel di Jakarta.(f.istimewa)

Sempat Terharu, Keluarga Besar Gobel Restui Penobatan drg. Clara Gobel jadi RSCG Boalemo

1 tahun ago

Terbaru

f.hms
Headline

Pesan Penting Gubernur ke Pengurus KADIN; Hindari Politik Praktis!

by NN Indonesia
24 September 2026
0

f.hms NN, GORONTALO- Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menerima audiens Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Gorontalo...

f.hms

Kembali dapat Pengakuan Nasional, Provinsi Gorontalo Terbaik IV Pengendalian Inflasi

24 September 2026
Ilustrasi Pertamina Patra Niaga

Hoaks Harga Pertalite Naik 26 September Beredar, Pertamina Imbau Warga Tak Panik

24 September 2026
Foto humas Pani Gold Mine

Di HUT ke-14, PGM Tegaskan Komitmen Pertumbuhan yang Memberi Manfaat

24 September 2026

UIN Sultan Amai dan Kejaksaan Tinggi Gorontalo Perkuat Kemitraan 

24 September 2026
Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie di Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026.

Wagub Idah Syahidah Dorong Gorontalo Perluas Ruang Inklusif bagi Disabilitas

23 September 2026
f.hms

Gusnar Ismail Nginap di Pinogu, Jajal Jalur Ekstrim

23 September 2026

Tidak Semua Sistem One Man One Vote Membuat Demokrasi di HMI Menjadi Pragmatis

23 September 2026
WR III Sultan Amai Gorontalo, Dr. Sahmin Madina.

UIN Sultan Amai Buka Suara Soal Kasus Pelecehan Seksual

22 September 2026
Sekretaris Dinas PUPR-PKP Provinsi Gorontalo Winardi Dayi saat menerima kunjungan Ombudsman RI Perwakilan Gorontalo, Selasa (22/9/2026).

Ombudsman Nilai Pelayanan Publik Dinas PUPR-PKP Gorontalo

22 September 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.