
NN, GORONTALO – Dinamika menjelang Musyawarah Provinsi (Musprov) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Gorontalo kian memanas. Sedianya, agenda ini dijadwalkan berlangsung pada pekan pertama Juni 2026, namun berpotensi diundur hingga waktu yang belum ditentukan.
Hingga saat ini, belum ada figur yang mendominasi dari seluruh bakal calon yang mencuat. Masing-masing kandidat dinilai memiliki basis kekuatan dan strategi pemenangan yang kuat.
Meski demikian, informasi yang dihimpun menyebutkan adanya kandidat yang terancam gugur akibat terganjal persyaratan administrasi.
Secara umum, terdapat sejumlah syarat dasar untuk maju sebagai calon Ketua Kadin Provinsi. Diantaranya, terdaftar sebagai anggota Kadin, memiliki perusahaan atau berasal dari organisasi pengusaha yang tercatat sebagai anggota Kadin, menyampaikan visi-misi, serta menyatakan kepatuhan terhadap AD/ART organisasi.
Selain itu, kandidat juga harus memenuhi syarat tambahan yang ditetapkan oleh panitia Musprov.
Saat ini, ada tiga nama yang disebut-sebut bakal bertarung dalam bursa pemilihan, yakni Fauzan Fadel Muhammad, Aldi Andalan Uloli, dan Andi Ilham.
Aldi Andalan Uloli dikabarkan masih terganjal masalah administrasi karena belum memiliki perusahaan yang teregistrasi sebagai anggota Kadin. Tak hanya itu, seorang pengusaha lokal yang sebelumnya disebut-sebut menjadi penyokong utama, kabarnya juga telah menarik dukungan dari putra mantan Wakil Gubernur Gorontalo, Tonny Uloli, tersebut.
Kendala serupa dilaporkan ikut membayangi langkah Andi Ilham, meski belum diketahui secara pasti poin administrasi apa yang belum terpenuhi. Walau keduanya merupakan kandidat potensial, pemenuhan syarat administrasi tetap menjadi hal prinsipil yang tidak bisa diabaikan.
Sementara itu, salah satu pengurus Kadin Provinsi Gorontalo, Jasin Mohamad, enggan berkomentar banyak mengenai polemik menjelang Musprov ini.
”Kalau soal ini, saya lagi ‘puasa’ bicara tentang Kadin Gorontalo. Kami masih menunggu pemberitahuan resmi dari Kadin Indonesia, apakah akan ditunjuk caretaker atau dilakukan perpanjangan kepengurusan. Saran saya, silakan hubungi Pak Muhalim,” ujar Jasin singkat.(adv/rls)





















