
Newsnesia.id – Musyawarah Daerah (Musda) yang ke V Partai Demokrat Provinsi Gorontalo resmi digelar di Hotel Fox, Kota Gorontalo, Minggu 5 Juli 2026.
Nyaris dipastikan Erwinsyah Ismail bakal kembali menahkodai DPD I partai berlambang mercy itu usai mendapat dukungan dari 6 DPC se Gorontalo.
Namun bukan hal itu yang menjadi daya tarik pada Musda ke V Demokrat Gorontalo melainkan kepastian nama Erwin yang bakal diusung ke Senayan.
Jika selama ini usungan Erwin ke DPR RI hanya sebatas isu, maka di Forum Musda kali ini teriakan Erwin DPR RI terus menggema dan seolah jadi restu dari seluruh kader Demokrat Gorontalo.
Satu poin yang pasti, jika Demokrat Gorontalo memang ingin meraih 1 kursi senayan, mesin tempur mestinya sudah dinyalakan.
Target 1 kursi senayan bukanlah perkara mudah, jika kita berbicara statistik yang diraih Erwin pada Pileg kemarin, 7.837 suara terendah dari seluruh Aleg dapil kota yang duduk saat ini. Demikian juga perolehan suara partai, Demokrat Gorontalo juga masih jauh dari kata baik. Pasalnya hanya berada diurutan ke sembilan dari seluruh partai politik.
Namun angka-angka diatas tentu saja bukanlah suatu penghalang bagi seorang mesin tempur seperti Erwin. Diremehkan, dihina, direndahkan telah jadi bagian dari perjalanan politik Erwin yang mengantarkannya pada titik ini.
Dalam sambutannya di Musda V maupun saat menghadapi pertanyaan para pewarta, EI hanya menyatakan ia sudah siap.
“Kenapa DPR RI? Karena saatnya Gorontalo juga punya keterwakilan anak mudah dalam penentu arah kebijakan daerah di forum nasional,” ungkapnya.
Bagi EI, usungan dirinya ke senayan bukan sekedar perintah partai tapi jalan pengabdian untuk membuktikan bahwa peran anak-anak muda dari daerah harus lebih vital dan kuat.
“Itu dulu, terlepas hasilnya nanti gimana, pastinya tidak ada jalan yang mudah dalam politik pengabdian, semuanya butuh pengorbanan besar dan mesin tempur ini selalu siap,” pungkasnya.
Sejumlah tokoh juga nampak turut hadir dalam pembukaan Munas V DPD I Partai Demokrat Gorontalo itu diantaranya Sekjend Demokrat, Herman Khaeron, Wasekjen Demokrat yang juga staf khusus Menteri Bidang Komunikasi Publik di Kemen PU, Jansen Sitindaon, beserta tokoh elit partai lainnya.


















