
NEWSNESIA.ID, GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Tenaga Kerja, ESDM, dan Transmigrasi resmi membuka Program Pemagangan Dalam Negeri Tahun 2026. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, di Aula Inspektorat Provinsi Gorontalo, Sabtu (4/7/2026).
Dalam sambutannya, Idah mengajak seluruh peserta untuk tetap memelihara harapan dan semangat dalam meraih pekerjaan. Menurutnya, program magang merupakan kesempatan emas untuk membangun karakter, menambah pengalaman, sekaligus membuka peluang direkrut sebagai karyawan tetap.
“Saya juga pernah magang selama tiga bulan di rumah sakit sebelum diterima menjadi CPNS. Karena kinerja saya dinilai baik, rumah sakit itu bahkan menawarkan saya bekerja tetap. Jadi jangan pernah biarkan harapan kalian menipis, karena harapan itulah yang akan mengantarkan kalian meraih masa depan,” ujar Idah.
Ia menegaskan, keberhasilan di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh karakter seperti disiplin, kejujuran, tanggung jawab, kemauan belajar, dan kemampuan beradaptasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, ESDM, dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo, Wardoyo Mansur Pongoliu, mengatakan tingkat pengangguran terbuka di Gorontalo saat ini masih berada di angka 3,17 persen atau sekitar 20.400 orang. Kondisi tersebut menjadi satu-satunya indikator pembangunan yang belum mencapai target pada 2025.
Menurutnya, terbatasnya lowongan kerja dibanding jumlah pencari kerja menjadi tantangan utama. Karena itu, program pemagangan diharapkan menjadi jembatan bagi pencari kerja untuk memperoleh pengalaman sekaligus peluang direkrut perusahaan.
“Melalui program ini, peserta tidak hanya mengenal dunia kerja lebih dekat, tetapi juga memiliki peluang besar untuk menjadi karyawan tetap,” kata Wardoyo.
Ia menjelaskan, meski di tengah efisiensi anggaran, program pemagangan tetap dilaksanakan. Tahun ini tercatat 781 orang mendaftar, namun hanya 90 peserta yang lolos seleksi dan akan ditempatkan di 14 perusahaan mitra. Berbeda dari tahun sebelumnya, peserta tidak lagi menerima bantuan transport sebesar Rp1 juta per bulan karena keterbatasan fiskal daerah. Meski demikian, seluruh peserta tetap memperoleh perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Selain itu, Pemprov Gorontalo juga mendorong perusahaan memanfaatkan Program Magang Nasional dari Kementerian Ketenagakerjaan. Melalui program tersebut, perusahaan dapat merekrut peserta magang hingga maksimal 20 persen dari total jumlah karyawan, sementara peserta memperoleh upah sebesar UMR Provinsi Gorontalo selama enam bulan yang sepenuhnya ditanggung pemerintah pusat.
Melalui program pemagangan daerah maupun nasional, Pemerintah Provinsi Gorontalo optimistis dapat meningkatkan kompetensi tenaga kerja muda, memperluas kesempatan kerja, serta menurunkan angka pengangguran secara bertahap di Provinsi Gorontalo.

















