Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Opini

Akademisi Menghimbau Masyarakat Tetap Tenang, Menyikapi Pembakaran Mimbar Masjid Raya

by NN Indonesia
26 September 2021
in Opini
Reading Time: 2 mins read

Oleh: Dr. H. Abdul Wahid, MA-
(Muballigh dan Dosen Agama STIE Tri Dharma Nusantara Makassar)

Umat Islam di Kota Makassar, Sulawesi Selatan dikejutkan dengan peristiwa pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Peristiwa ini diduga terjadi pada Sabtu (25/9/2021) dini hari. Jajaran Polda Sulawesi Selatan setelah mengetahui insiden tersebut langsung terjun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan dan olah TKP.

Peristiwa ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan, dalam kaitannya dengan peristiwa ini, ia mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi. Sebab, dia mengaku kasus pembakaran ini sementara dalam penyelidikan pihak Kepolisian.

Harapan yang sama juga datang dari kalangan akademisi sekaligus muballigh di kota Makassar, Sulawesi Selatan Dr. H. Abdul Wahid, MA, menurutnya dalam menyikapi peristiwa ini sebagai umat Islam di kota Makassar tidak perlu reaksional dan terprovokasi karena dikhawatirkan hal ini justru akan melahirkan persoalan baru.

Sebagai umat Islam di kota Makassar khususnya, kita boleh saja marah dan sekaligus mengutuk terjadinya peristiwa tersebut, namun demikian tetaplah marah ini harus tetap terkontrol sembari mendorong pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas apa motif dari pelaku melakukan perbuatan keji tersebut.

Kita sudah ketahui bahwa negara kita adalah negara hukum, karena itu biarlah proses hukum itu berjalan sebagaimana mestinya, sampai berhasil diungkap oleh pihak aparat apa motif dan siapa dalang dibalik peristiwa tersebut, hindari perbuatan main hakim sendiri karena yang demikian ini justru bertentangan dengan prinsip ajaran agama dan hukum yang berlaku di tanah air.

Oleh karena itu, sikap tenang dan tidak meprovokasi orang lain dengan adanya peristiwa pembakaran mimbar Masjid Raya ini sejalan dengan petunjuk agama. Kita bisa lihat dalam sejarah Islam bahwa Rasulullah SAW mengecam orang-orang munafik di Madinah karena perilaku kotornya yang suka menghasut atau memprovokasi saat beliau berhijrah.

Bukankah berbagai konflik horizontal di tengah masyarakat sering terjadi karena adanya hasutan atau provokasi dari orang yang tidak bertanggungjawab. Bila kita menginginkan konflik tidak bertambah, maka kebiasaan buruk itu harus ditinggalkan. ”Sesungguhnya, orang-orang yang suka menghasut tidak akan masuk surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Bagi umat Islam keberadaan masjid sangat sakral, karena tidak hanya di posisikan sebagai tempat suci dan tempat ibadah, namun lebih dari itu sebagai sarana untuk menjalin komunikasi, interaksi dan edukasi kepada umat tentang ajaran akhlak, akidah, masalah-masalah sosial dan kebangsaan lainnya. Untuk itu menjaga keberadaan masjid pada dasarnya adalah menjaga wadah pendidikan dan sinergi antar umat sebagaimana yang diharapkan oleh pemerintah.

Harapan terakhir kita semoga pihak aparat yang berwenang segera mengungkap peristiwa ini, ditegakkan hukum secara tepat dan adil sehingga ke depan peristiwa serupa tidak terulang lagi dan situasi kamtibmas tetap terjaga dengan baik terlebih bangsa kita masih dalam suasana pandemi saat ini.(*)

Tags: Dr. H. Abdul WahidPembakaran Masjid
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

Ist
Opini

Rakyat Menuntut Hak, Negara Hadir dengan Borgol: Pelajaran Pahit dari Popayato

24 Mei 2026
Foto : Prof. Dr. Muhammad Amir Arham, M.E.
Daerah

Benar Orang Desa Tidak Pakai Dollar…….

18 Mei 2026
Headline

Pertemuan Trump – Xi di Beijing dan Kebangkitan Diplomasi Korporat

17 Mei 2026
Next Post
Kondisi terkini Akses Jalan Poros Kaliang di Lingkungan Cacabala, Pinrang yang rusak parah. (istimewa/nn)

Akses Jalan Rusak Parah Diprotes Warga Cacabala, Pemkab Pinrang Ambil Langkah Sigap

Andi Biki

Penanganan Banjir Harus Tuntas

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Dr.H. Abdul Wahid

Akademisi Menghimbau Masyarakat Tetap Tenang, Menyikapi Pembakaran Mimbar Masjid Raya

5 tahun ago
Seorang Wanita, TA (45) diringkus pihak Polres Majalengka karena terlibat kasus prostitusi online hingga melibatkan anak kandungnya sendiri. (f. istimewa)

Seorang Ibu Diringkus Polisi, Libatkan Anak Kandung Bisnis Prostitusi Online

5 tahun ago
Bupati Pohuwato Saipul Mbuinga saat menyerahkan

Bupati Saipul Apresiasi PT IGL dan PT BTL atas Kontribusi Nyata bagi Pekerja Rentan di Pohuwato

2 hari ago

16 Pengacara Besar di Gorontalo Bersama Kadek Sugiarta 

7 bulan ago
f.ist

10 Merk Keju Cheddar Terbaik di Indonesia: Cocok untuk Segala Resep

2 tahun ago
Foto bersama Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama rombongan usai meninjau kesiapan Penas 2026

Penas XVII 2026 Siap Dihelat, Gubernur Gusnar: Bawa Berkah Bagi Rakyat Gorontalo

12 jam ago
f.hms

Gusnar Ismail Berhasil Jadikan Gorontalo Primadona Nasional

6 jam ago

Nelayan di Marisa Dikabarkan Hilang, 3 Hari Tidak Sampai Rumah Setelah Beli Perahu di Lemito

1 tahun ago
f.hms

Pemprov Gorontalo Siapkan 5.000 Polopalo untuk Suvenir PENAS 2026

1 hari ago
f.hms

H-3, Persiapan Penas Tani dan Nelayan 95 Persen

14 jam ago

Terbaru

f.hms
Headline

Gusnar Ismail Berhasil Jadikan Gorontalo Primadona Nasional

by NN Indonesia
17 Juni 2026
0

f.hms NN, GORONTALO – Provinsi Gorontalo tengah menjadi pusat perhatian nasional. Melalui penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) Petani...

Foto bersama Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama rombongan usai meninjau kesiapan Penas 2026

Penas XVII 2026 Siap Dihelat, Gubernur Gusnar: Bawa Berkah Bagi Rakyat Gorontalo

17 Juni 2026
f.hms

H-3, Persiapan Penas Tani dan Nelayan 95 Persen

17 Juni 2026
f.hms

Pemprov Gorontalo Siapkan 5.000 Polopalo untuk Suvenir PENAS 2026

16 Juni 2026
f.hms

Layanan Kesehatan di Lokasi PENAS Disiapkan

16 Juni 2026
f.hms

Peserta PENAS Mulai Berdatangan

16 Juni 2026
Bupati Pohuwato Saipul Mbuinga saat menyerahkan

Bupati Saipul Apresiasi PT IGL dan PT BTL atas Kontribusi Nyata bagi Pekerja Rentan di Pohuwato

15 Juni 2026
f.hms

Gubernur: Ayo Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

15 Juni 2026

Aset Pemprov Gorontalo Tahun 2025 Rp 1,9 Triliun

15 Juni 2026
f.ist

Lima Hari Jelang PENAS, 1.305 Kamar Hotel di Gorontalo Reserved

15 Juni 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.