
NEWSNESIA.ID, GORONTALO — UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Gorontalo resmi melaksanakan Uji Kompetensi dengan skema Junior Make Up Artist bagi peserta pelatihan vokasi pada 21–22 September 2026.
Kegiatan ini menjadi tahap akhir untuk mengukur keterampilan peserta setelah menyelesaikan pelatihan berbasis kompetensi selama 160 jam pelajaran. Pelaksanaan uji kompetensi dilakukan bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan berada dalam pengawasan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembelajaran teori dan praktik berbagai teknik tata rias wajah, mulai dari rias harian, rias untuk acara khusus, hingga rias fotografi.
Uji kompetensi dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yakni ujian tertulis, praktik langsung, dan wawancara asesmen.
Pada ujian tertulis, peserta diuji terkait penguasaan materi dasar kecantikan, kesehatan dan keselamatan kerja (K3), serta standar pelayanan. Selanjutnya, pada ujian praktik, peserta mendemonstrasikan kemampuan merias wajah pada model sesuai standar kompetensi yang ditetapkan.
Sementara pada tahap wawancara asesmen, asesor memverifikasi pemahaman peserta terkait proses kerja, komunikasi dengan klien, hingga kemampuan menangani berbagai situasi dalam pelayanan.
Proses penilaian dilakukan oleh Asesor Kompetensi berlisensi BNSP dengan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Peserta yang dinyatakan kompeten berhak memperoleh Sertifikat Kompetensi BNSP yang berlaku secara nasional. Sertifikasi tersebut diharapkan dapat memperkuat peluang peserta untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri di bidang jasa kecantikan.
Kepala UPTD BLK Provinsi Gorontalo, Rahmi Tangahu, mengatakan kegiatan sertifikasi tersebut merupakan bagian dari komitmen BLK dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
“Sertifikasi kompetensi bukan sekadar syarat formal, melainkan jaminan kualitas keahlian yang diakui secara profesional. Semoga para lulusan Junior Make Up Artist ini dapat membuka peluang kerja sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif di Gorontalo,” ujarnya.
Skema Junior Make Up Artist menjadi salah satu kejuruan yang secara konsisten dibuka oleh BLK Provinsi Gorontalo. Program pelatihan ini didanai melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Kementerian Ketenagakerjaan RI.
Pada batch keempat, sebanyak 16 peserta dinyatakan mengikuti tahapan uji kompetensi sebagai tenaga terampil di bidang kecantikan.


















