
NN, GORONTALO- Data dari BPJS Kesehatan, rata-rata per hari ada sekitar 8.000 warga Provinsi Gorontalo yang mengunjungi fasilitas kesehatan disemua jejang.
Hal ini diungkapkan Deputi Direksi Wilayah X BPJS Kesehatan, Sofiani disela-sela penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang berlangsung di Hotel Aston, Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2025).
Berdasarkan data BPJS Kesehatan kata dia, cakupan UHC di Provinsi Gorontalo pada tahun ini mencapai 100,98 persen dengan tingkat keaktifan 95,2 persen. Cakupan UHC melebihi angka 100 persen disebabkan oleh mutasi atau perpindahan penduduk yang bertugas ke Gorontalo, serta adanya bayi yang baru lahir dan belum memiliki nomor induk kependudukan.
“Cakupan UHC di Gorontalo luar biasa, sangat tinggi. Penghargaan ini sebagai wujud apresiasi kami atas komitmen Pemprov Gorontalo untuk selalu hadir memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat,” kata Sofiani.
Sofiani menambahkan, total masyarakat Gorontalo yang sudah mengakses fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dari Januari hingga November 2025 tercatat sebanyak 2,7 juta orang. Perhitungan itu didasarkan ada sejumlah pasien yang mengunjungi fasilitas kesehatan lebih dari sekali.
“Rata-rata per hari ada 8.000 masyarakat Gorontalo yang mengakses fasilitas kesehatan. Sebanyak 6.855 di antaranya ke puskesmas, poliklinik, dan dokter keluarga. Kemudian ada 1.343 ke rumah sakit,” ungkap Sofiani.
Dengan tingginya UHC ini Gubernur Gorontalo mendapat penghargaan dari BPJS Kesehatan karena mampu mempertahankan cakupan UHC di Provinsi Gorontalo.
Sementara itu Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan pihaknya terus mewujudkan kesehatan terbaik kepada masyarkat. Menurutnya, aspek pelayanan ini menjadi hal utama di tengah upaya transformasi di bidang kesehatan.
“Transformasi digitalisasi dan sistem pelayanan kesehatan harus memudahkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.(rls)





















