
NEWSNESIA.ID, GORUT – Perhatian, kepedulian dan juga tindakan yang nyata dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), terhadap pelaksanaan program pembangunan daerah terus dimaksimalkan.
Senagai bentuk komitmen kerakyatan, para Aleg di DPRD Kabupaten Gorut sampai rela memangkas anggaran perjalanan dinasnya untuk memenuhi anggaran pada pembahasan perubahan anggaran belum lama ini.
Terhadap pemotongan anggaran perjalanan dinas (Perdis) tersebut sebagaimana yang disampaikan Wakil Ketua 2, DPRD Kabupaten Gorut, Hamzah Sidik berbincang dengan beberapa awak media di ruang kerjanya, Rabu (6/10/2021).
Hamzah menjelaskan, dalam pembahasan perubahan anggaran yang dilakukan oleh pihaknya belum lama ini cukup alot dan memang benar usulan pinjaman yang disampaikan oleh daerah, dikabulkan.
“Hanya saja ada hal lain lagi yang perlu dipenuhi oleh daerah sebelum dana PEN tersebut direalisasikan,” ungkap Hamzah.
Bukan berarti daerah dalam mengajukan pinjaman dana PEN tidak mengeluarkan anggaran, dengan kata lain dana PEN tersebut tidak akan diperoleh sebelum terpenuhi beberapa hal.
“Dan dalam proses tersebut diperlukan anggaran yang tidak sedikit, kurang lebih Rp 400 juta dalam rangka memperoleh dana PEN atau dana PEN tersebut dicairkan ke daerah,” tegasnya.
Kebutuhan anggaran tersebut tidak ada satupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari pihak eksekutif yang mau memberikan anggaran mereka untuk keperluan tersebut.
“Tidak ada OPD yang mau, dan kami melihat ini merupakan kebutuhan daerah dan mendesak maka kami memotong anggaran perjalanan dinas kami untuk diberikan atau digunakan dalam keperluan dana PEN tersebut,” ujar Hamzah.
Tidak hanya untuk dana PEN, namun juga ada program lainnya yang perlu untuk ditanggulangi kata Hamzah, pihaknya tetap memperhatikan.
“Karena ini demi kepentingan daerah dan juga masyarakat dan kami sebagai wakil rakyat tentu harus memperhatikannya, walaupun itu harus mengambil dari apa yang menjadi hak kami,” tandasnya. (Adv/Rol)






















