
NEWSNESIA.ID GORUT – 12 desa di Gorontalo Utara (Gorut) telah ditetapkan sebagai desa mandiri. Ini merupakan jumlah tertinggi se-provinsi Gorontalo.
Wakil Ketua DPRD Gorontalo Utara, Roni Imran mempertanyakan apakah 12 desa di daerahnya itu yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai desa mandiri benar-benar sudah dapat dinyatakan sebagai desa mandiri.
Pasalnya, kata dia, dari hasil turun lapangan masih banyak masyarakat yang masuk kategori miskin atau ektrim di beberapa desa yang masuk dalam kategori desa mandiri tersebut.
“Kita juga turun lapangan, contoh desa Molantadu, itu (masuk kategori) desa mandiri loh itu, di sampingnya Bulango Raya desa maju, tapi sama kondisinya, masih banyak masyarakat miskin,” kata Roni kepada wartawan, Kamis (23/6/2022).
Politikus Partai NasDem ini pun mempertanyakan dari segi mana desa tersebut dinilai layak menjadi desa mandiri.
“Mandirinya dari sisi mana? Itu masih banyak warga desanya yang miskin, rumah-rumahnya juga masih banyak yang belum layak,” ungkap dia.
Sehingga itu, pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Gorontalo Utara itu berharap agar penilaian terhadap satu desa untuk menjadi desa mandiri itu harus benar-benar objektif, karena akan berdampak pada intervensi pemerintah kepada desa tersebut.
“Harus objektif, karena akan berdampak pada interfensi pemerintah ke desa. Akan mempengaruhi DAU (dana alokasi umum),” ujarnya.
“Ingat tahun ini kita tidak kebagian rumah bantuan untuk masyarakat yang kategori ekstrim, karena kita dianggap sudah berada di atas garis kemiskinan. Itu ada 3500 rumah bantuan untuk Gorontalo, Gorut tidak dapat,” pungkasnya. (Rol)
























