
NN– Berpulangnya Chairman Gobel Group, Almarhum Dr. (H.C.) H. Rachmat Gobel menjadi kehilangan yang mendalam bagi keluarga besar Gobel Group. Perusahaan menyampaikan penghormatan yang setinggi-tingginya atas kehidupan, pengabdian, dan warisan nilai yang telah beliau tinggalkan bagi perusahaan, industri, dan Indonesia.
Selama sepekan terakhir, ribuan ucapan belasungkawa dan kisah tentang beliau mengalir dari berbagai penjuru negeri. Di media sosial maupun berbagai ruang publik, masyarakat mengenang sosok Rachmat Gobel bukan hanya sebagai pemimpin industri, tetapi sebagai pribadi yang sederhana, penuh kepedulian, dan selalu hadir untuk membantu tanpa membedakan latar belakang. Beragam kisah tersebut menjadi cerminan nilai-nilai yang selama ini beliau hidupi sekaligus tanamkan di dalam Gobel Group.
Bagi Gobel Group, warisan terbesar beliau bukan semata perusahaan yang telah dibangun selama lebih dari tujuh dekade, melainkan nilai-nilai yang menjadi fondasi perusahaan untuk terus bertumbuh, beradaptasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami kehilangan seorang pemimpin yang telah memberikan teladan, dan inspirasi bagi Gobel Group. Namun Bapak Rachmat Gobel juga telah mempersiapkan sesuatu yang jauh lebih besar, yaitu fondasi perusahaan yang kuat, budaya yang hidup, serta nilai-nilai yang menjadi pedoman bagi seluruh keluarga besar Gobel Group. Cara terbaik kami menghormati beliau adalah dengan menjaga amanah tersebut dan terus melanjutkan cita-cita beliau agar Gobel Group senantiasa memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa,” ujar Hiramsyah S. Thaib, President Director & Group CEO Gobel Group.
Filosofi Pohon Pisang: Warisan Nilai yang Menjadi Fondasi Gobel Group
Di balik perjalanan Gobel Group selama 70 tahun, terdapat satu filosofi yang menjadi landasan perusahaan sejak didirikan oleh Almarhum Thayeb Mohammad Gobel, yaitu Filosofi Pohon Pisang.
Bagi Thayeb Mohammad Gobel, pohon pisang merupakan simbol kehidupan yang memberi manfaat pada setiap bagiannya. Buahnya memberikan manfaat sebagai sumber pangan, daunnya digunakan dalam berbagai kebutuhan masyarakat, dan bagian lainnya memiliki nilai guna. Filosofi ini menggambarkan keyakinan bahwa keberadaan seseorang maupun sebuah perusahaan harus senantiasa memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Namun terdapat satu makna yang selalu beliau tekankan: pohon pisang hanya akan mengakhiri siklus hidupnya setelah memastikan tunas baru telah tumbuh dan siap melanjutkan kehidupan berikutnya.
Filosofi tersebut kemudian diteruskan oleh Rachmat Gobel sebagai prinsip dalam membangun Gobel Group. Bagi beliau, keberlanjutan perusahaan bukan hanya tentang mempertahankan pertumbuhan bisnis, tetapi juga tentang membangun nilai, mempersiapkan generasi penerus, memperkuat organisasi, dan memastikan perusahaan terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Prinsip inilah yang melahirkan budaya Gobel Group bahwa setiap insan perusahaan memiliki peran untuk bertumbuh, saling menguatkan, berinovasi, dan bekerja dengan keyakinan bahwa kerja adalah bentuk pengabdian.
Membangun Fondasi yang Kuat untuk Melanjutkan Visi Lintas Generasi
Berlandaskan nilai-nilai tersebut, Gobel Group terus memperkuat fondasi perusahaan melalui tata kelola yang baik, kepemimpinan profesional, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Saat ini, Gobel Group menaungi lebih dari 25 entitas bisnis di berbagai sektor strategis, didukung oleh lebih dari 18.000 insan Gobel Group yang bersama-sama menjalankan visi perusahaan untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia.
Sejalan dengan Filosofi Pohon Pisang, Gobel Group memandang regenerasi sebagai bagian dari keberlanjutan perusahaan. Regenerasi bukan sekadar estafet kepemimpinan, tetapi proses panjang dalam menanamkan nilai, membangun karakter, dan mempersiapkan pemimpin yang memahami filosofi serta tanggung jawab perusahaan.
Sebagai bagian dari proses tersebut, putra dari Rachmat Gobel yaitu M. Arif Rachmat Gobel telah dipersiapkan melalui perjalanan pembelajaran yang panjang. Sejak duduk di bangku SMP, ia telah diperkenalkan secara langsung dengan dunia operasional perusahaan melalui program magang di lingkungan pabrik dan tinggal di asrama karyawan untuk memahami proses kerja serta nilai-nilai yang dijalankan oleh karyawan Gobel Group. Perjalanan tersebut kemudian dilanjutkan melalui pendidikan tinggi di Jepang, sebelum ia memulai karier dari divisi penjualan dan mengemban berbagai tanggung jawab di lingkungan Gobel Group hingga dipercaya sebagai Director & Digital Transformation Leader Gobel Group. Proses ini mencerminkan keyakinan Rachmat Gobel bahwa kepemimpinan dibangun melalui pengalaman, kerendahan hati untuk terus belajar, serta pemahaman yang utuh terhadap setiap proses bisnis dan setiap insan perusahaan.
“Ayahanda selalu mengajarkan bahwa perusahaan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Beliau juga mengajarkan bahwa kepemimpinan adalah amanah yang harus dijalankan dengan kerendahan hati, kemauan untuk terus belajar, dan keberanian mempersiapkan generasi berikutnya. Nilai-nilai itulah yang akan terus kami jaga dan lanjutkan bersama seluruh keluarga besar Gobel Group,” ujar M. Arif Rachmat Gobel.
Berbekal fondasi yang dibangun oleh Almarhum Thayeb Mohammad Gobel dan diperkuat oleh kepemimpinan Almarhum Dr. (H.C.) H. Rachmat Gobel, Gobel Group menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan visi jangka panjang perusahaan melalui tata kelola yang kuat, inovasi yang berkelanjutan, serta pengembangan talenta lintas generasi. Dengan berpegang teguh pada nilai-nilai yang diwariskan, Gobel Group akan terus melangkah sebagai perusahaan Indonesia yang adaptif, berdaya saing, dan senantiasa memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, bangsa, dan negara.(rls/NN)

















