
NN.ID, GORONTALO – Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, mengkucurkan bantuan sarana usaha bagi 62 pelaku UMKM di wilayah Tilongkabila yang dipusatkan di Taman Kuliner Centerpoint, Senin (1/12/2025).
Bupati Ismet Mile menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam mendorong peningkatan pendapatan masyarakat, terutama bagi para pelaku usaha kecil yang selama ini terus berupaya bertahan dan berkembang.
“Hari ini adalah hari yang membahagiakan karena ada penyerahan bantuan sarana usaha bagi 62 UMKM. Ini penting sekali sebab pemerintah punya perhatian besar dalam mendorong pendapatan masyarakat,”tegas Bupati Ismet Mile.
Meski demikian, dirinya mengingatkan agar bantuan yang diberikan tidak menjadi sumber perselisihan di kemudian hari. Ia berharap seluruh penerima dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara maksimal dan menjaga keharmonisan dalam menjalankan usaha.
“Sehingga oleh sebab itu saya merasa berbangga hati meskipun jumlahnya kecil. Hal yang penting, saya harapkan jangan menimbulkan masalah apalagi perselisihan dengan orang lain. Jika ini terjadi, segera diselesaikan,”pesannya.
Dirinya berharap program dukungan ini mampu memperkuat ekonomi lokal dan menciptakan geliat baru bagi UMKM Bone Bolango. Ia juga menambahkan, Pemerintah daerah menargetkan agar bantuan sarana usaha dapat meningkatkan kapasitas produksi, membuka peluang pasar, dan menjadi langkah awal bagi tumbuhnya wirausaha mandiri yang berdaya saing.
Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Gorontalo, Nani Ismail Mokodongan, menyampaikan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap program posyandu di Bone Bolango. Ia menegaskan bahwa enam OPD provinsi siap membackup pelaksanaan enam SPM secara penuh melalui kolaborasi lintas sektor.
“Jangan khawatir. Enam SPM ini akan kita keroyok bersama, baik di provinsi maupun kabupaten. Apa yang dipaparkan Desa Langge sangat bagus. Ini bisa menjadi contoh provinsi dan bahkan nasional,”tegas Nani.
Menurutnya, data yang disajikan Desa Langge menunjukkan keseriusan pemerintah desa dalam menangani stunting dan layanan dasar lainnya. Ia juga menilai sebagian besar indikator, mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial hingga infrastruktur, masih dapat diselesaikan dengan cepat apabila ditangani kolaboratif.
Pada kesempatan itu, Nani juga menyinggung kondisi jalan menuju Langge yang kerap dikeluhkan warga, terutama ibu hamil yang harus mengakses layanan kesehatan.
“Kalau ini jalan kabupaten, mari kita komunikasikan bersama. Ibu Ismet laporkan ke Bupati, saya sampaikan ke Gubernur. Bisa saja ada intervensi bersama agar tidak membahayakan ibu hamil dan warga,”ungkapnya.
Dia menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari tur maraton penilaian posyandu di seluruh kabupaten/kota di Gorontalo, sesuai permintaan tingkat nasional yang menargetkan pelaksanaan kerja nyata pada 2026.
“Hari ini perdana kami survei. Besok di Kabupaten Gorontalo, kemudian akan berlanjut di Gorut, Pohuwato dan Boalemo. Karena 2026 kita tidak lagi sekadar sosialisasi, tetapi harus sudah menunjukkan hasil nyata,”pungkasnya.(nn)



















