
NEWSNESIA.ID, POHUWATO – Lewat PASISA (Program Ayo Segerakan Isbat Selesaikan Akta), Forum Puspa Pohuwato kolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Dakwah (KKD) Universitas Muhammadiyah Gorontalo, dan Pemerintah Desa Torosiaje Laut buka posko pendaftaran isbat nikah di Desa Torosiaje Laut, Kecamatan Popayato.
Ada sekitar 63 pasang pasangan suami istri (pasutri) yang mendaftar setelah dibuka selama tiga hari. Dari 63 pasutri tersebut, diantaranya 42 mendaftar isbat nikah, 11 akad baru, dan 10 pasang cerai.
Ketua Harian Forum Puspa Pohuwato, Stenli Nipi mengatakan bahwa, posko pendaftaran ini akan dibuka selama satu minggu kedepan sampai pendaftar memenuhi target sesuai data yang dikantongi Puspa.
“Data yang ada sama kita itu sekitar 164. Nah rencananya kami akan mendaftarkan semua. Selama tiga hari ini sudah sekitar 63 pasutri yang mendaftar, kita lihat sisa 4 hari kedepan apakah bisa tercover semua untuk di daftarkan,” ujar Stenly, Ahad (21/05/2023).
Lebih lanjut Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Wahana Keadilan itu menegeskan bahwa, pemenuhan hak-hak perempuan dan anak dalam rumah tangga merupakan jaminan yang wajib dilaksanakan oleh negara dalam hal ini pemerintah pusat dan daerah.
Contoh kecil kata Stenly seperti, terpenuhi dari aspek kepasatian hukum dengan adanya buku nikah resmi, maka masyarakat telah tercatat secara resmi atas status perkawinannya.
“Patut diingat kurang lebih dalam data pemerintah daerah, masih ada kurang 4 Ribu pasang masyarakat masih dalam status perkawinan belum tercatat,” ungkapnya.
Terakhir saat ditanya apakah program ini berjalan maksimal, mantan ketua umum Himpunan Mahasiswa Islam itu menjawab tentu tidak 100 persen. Namun demikian katanya, upaya ini membutuhkan kerja kolabartif sebagai tanggung jawab bersama.
“Target Puspa diperiodisasi pemerintah SMS adalah fokus dan menargetkan pada kesejehteraan dan perlidungan terhadap perempuan dan anak itu terpenuhi pada pelayanan bantuan kepada masyarakat dalam mendapatkan status legalitas,” tutupnya.(mus/NN)




















